Marrakesh – Kiper Aljazair, Luca Zidane, terlibat dalam insiden keributan sesaat setelah timnya dipastikan tersingkir dari Piala Afrika 2025 oleh Nigeria. Putra dari legenda sepak bola Zinedine Zidane itu bahkan harus dilerai oleh rekan-rekannya dan petugas keamanan.
Duel Sengit di Perempat Final
Pertandingan perempat final Piala Afrika 2025 antara Aljazair dan Nigeria berlangsung di Stade de Marrakech pada Sabtu (10/1/2026) malam WIB. Nigeria berhasil mengamankan kemenangan 2-0 berkat gol yang dicetak oleh Victor Osimhen dan Akor Adams di babak kedua. Aljazair gagal membalas ketertinggalan hingga peluit akhir dibunyikan.
Protes dan Kericuhan Pasca Laga
Usai pertandingan, para pemain Aljazair meluapkan rasa frustrasi mereka, termasuk melayangkan protes terhadap beberapa keputusan wasit. Menurut laporan Gulf News, timnas Aljazair memprotes insiden yang mereka anggap sebagai handball oleh pemain Nigeria di babak pertama yang tidak berujung penalti.
Situasi di lapangan menjadi sangat tegang, memaksa wasit harus dikawal oleh petugas keamanan untuk meninggalkan lapangan. Kericuhan semakin memanas ketika bentrokan fisik terjadi antara pemain kedua tim. Luca Zidane terlihat sangat emosional, bahkan sampai mencengkeram gelandang Nigeria, Raphael Onyedika. Ofisial tim dan beberapa rekan setim Zidane segera turun tangan untuk memisahkan keduanya.
Kiper berusia 27 tahun itu juga dilaporkan sempat berusaha memprovokasi staf Nigeria sebelum akhirnya berhasil ditenangkan. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan momen tersebut, dengan narasi “Luca Zidane fought with Fisayo Dele-Bashiru at the end of the match… In the second part of the video, the refereeing body were targeted by the Algerian staff. 🤯🤯 Catastrophic end to the Algeria-Nigeria game in Marrakech…”
Aksi Suporter dan Dampaknya
Kericuhan tidak hanya terjadi di antara pemain. Sejumlah suporter Aljazair dilaporkan keluar dari tribun dan mencoba masuk ke lapangan, namun berhasil dihalau oleh pihak keamanan. Beberapa botol minum juga dilemparkan dari tribun penonton.
Kemenangan ini memastikan Nigeria, yang dijuluki The Super Eagles, melaju ke babak semifinal Piala Afrika 2025. Mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan tuan rumah Maroko pada 15 Januari 2026.






