Peringatan Hari Desa Nasional 2026 pada 15 Januari mendatang akan menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran vital desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Acara yang dipusatkan di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ini tidak hanya sebatas perayaan, tetapi juga konsolidasi komitmen untuk membangun bangsa dari level paling dasar.
Desa sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Desa memegang peranan krusial sebagai penopang kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya, sekaligus menjadi unit pemerintahan terkecil yang melayani kepentingan warganya. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Desa pada tahun 2014, desa mendapatkan landasan hukum yang kuat untuk mengelola pembangunannya secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat. Dengan kewenangan yang diberikan, desa bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan dari akar rumput.
Pembangunan desa menjadi kunci strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, memperkecil jurang kesenjangan antarwilayah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Prinsip ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Rangkaian Acara dan Dukungan Nasional
Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali akan dimeriahkan dengan berbagai agenda, termasuk pemberian penghargaan untuk lomba Hari Desa Nasional 2026, apresiasi program berbasis desa dari kementerian dan lembaga, serta penandatanganan Deklarasi Boyolali. Acara ini juga menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Desa sepanjang tahun 2026.
Kegiatan ini diharapkan dapat memantik kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, perwakilan asosiasi desa dari seluruh Indonesia, OPD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Boyolali, unsur Forkopimda, ketua PKK se-Jawa Tengah, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Melalui peringatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama bahwa fondasi Indonesia yang kuat, adil, dan sejahtera harus dimulai dari desa.






