Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor untuk segera mengatasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Ia mengidentifikasi bahwa banyak lokasi rawan kecelakaan memiliki kondisi jalan yang gelap, licin, serta rambu dan marka yang tidak layak.
Permohonan Bantuan untuk Penerangan Jalan
Dalam sebuah kesempatan, AKBP Wikha Ardilestanto secara langsung memohon bantuan kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Ia berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih pada area-area yang telah dipetakan sebagai titik rawan kecelakaan.
“Anatominya rata-rata jalannya gelap, licin, rambu dan markanya tidak layak. Untuk itu, pada kesempatan ini, saya memohon bantuan kepada Pak Wakil Bupati, Pak Ketua DPRD, mungkin nanti rinciannya akan diserahkan oleh Pak Kasat Lantas nanti ke pihak pemerintah daerah,” kata Wikha.
Tujuan utama dari permohonan ini adalah untuk memastikan bahwa lokasi-lokasi rawan kecelakaan tidak lagi gelap gulita. Ketiadaan PJU menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada tingginya angka kecelakaan di wilayah tersebut.
“Sehingga lokasi-lokasi rawan laka (kecelakaan) ini yang kebanyakan karena jalannya gelap, tidak ada PJU-nya, kemudian markahnya sudah sedikit, itu bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Angka Kecelakaan Menurun di 2025
Meskipun demikian, AKBP Wikha Ardilestanto melaporkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bogor mengalami penurunan pada tahun 2025. Penurunan tercatat sebesar 6,43% dalam kurun waktu satu tahun.
Dalam rilis akhir tahun yang digelar di kantornya pada Rabu (31/12/2025), Kapolres Bogor memaparkan data terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
“Nah, ini laka lantasnya sungguh luar biasa, dari segi kuantitas atau jumlah kejadian lakanya turun, trennya turun 6,43%,” ujar Wikha.
Tidak hanya jumlah kejadian, tingkat fatalitas atau kualitas kecelakaan juga mengalami penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 39,94%.
“Kemudian, dari kualitas lakanya, dari tingkat fatalitasnya juga turun, ini turunnya cukup signifikan jadi turunnya 39,94%,” jelasnya.
Penurunan angka kecelakaan ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui upaya-upaya preventif yang dilakukan oleh kepolisian dan dukungan dari pemerintah daerah.






