Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memaparkan visi pemerintahannya untuk tahun 2026, dengan fokus utama pada kecerdasan buatan (AI) dan pemberantasan korupsi. Ia menyatakan bahwa berbagai capaian signifikan telah diraih pada tahun 2025, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas enam persen, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 300 juta, dan PDB per kapita sebesar USD 15 ribu.
“Angka-angka ini merupakan rekor tidak hanya bagi negara kita, tetapi juga bagi seluruh kawasan. Ada alasan untuk puas, tetapi saya terus mendorong semua pegawai negeri untuk tidak lengah atau berpuas diri,” ujar Tokayev dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (8/1/2026).
Kazakhstan Menuju Kekuatan Digital
Isu kecerdasan buatan menjadi perhatian serius pemerintah Kazakhstan. Tokayev menargetkan negaranya menjadi kekuatan digital dalam tiga tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi baru untuk kelangsungan bangsa.
“Kazakhstan harus menjadi kekuatan digital. Ini adalah masalah kelangsungan hidup kita sebagai bangsa yang beradab di era teknologi baru,” tegasnya.
Saat ini, lebih dari dua ribu perusahaan digital beroperasi di Astana. Ekspor layanan IT Kazakhstan pada tahun 2025 mencapai USD 1 miliar. Pembangunan infrastruktur digital terus digalakkan, termasuk pembentukan zona CryptoCity untuk aset digital dan dimulainya pembangunan kota pengembangan percepatan Alatau.
Kazakhstan juga telah membentuk Dewan Pengembangan Kecerdasan Buatan yang mulai aktif pada Mei 2025. Pada bulan November, Tokayev menandatangani Undang-Undang tentang Kecerdasan Buatan, serta membentuk Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital. Peluncuran dua superkomputer, Alem.Cloud dan Al-Farabium, semakin memperkuat komitmen negara ini.
2026: Tahun Digitalisasi dan AI
Presiden Tokayev secara resmi mencanangkan tahun 2026 sebagai Tahun Digitalisasi di Kazakhstan. Sebagai implikasinya, 650 ribu siswa telah menyelesaikan pelatihan program AI-Sana pada tahun sebelumnya. Ke depan, Kazakhstan akan membentuk perguruan tinggi yang didedikasikan khusus untuk penelitian kecerdasan buatan.
Pemberantasan Korupsi dan Gerakan Taza Qazaqstan
Selain fokus pada digitalisasi, Tokayev memastikan pemberantasan korupsi menjadi prioritas fundamental pemerintahannya di tahun ini. Budaya “toleransi nol” terhadap korupsi akan terus digencarkan.
“Budaya ‘toleransi nol’ terhadap korupsi harus ditanamkan sejak dini, melalui sekolah, organisasi non-pemerintah, dan keluarga,” katanya.
Tokayev juga aktif dalam gerakan Taza Qazaqstan atau Kazakhstan Bersih, sebuah kampanye lingkungan nasional yang bertujuan meningkatkan kebersihan, penghijauan, dan kesadaran ekologis. Ia memandang gerakan ini sebagai upaya ideologis penting.
“Saya memandang gerakan nasional ini sebagai upaya ideologis yang sangat penting, karena kebersihan memiliki makna yang dalam dan multifaset. Kebersihan adalah lawan kata dari ‘kerusakan’, baik dalam pikiran manusia maupun di lapangan. Kebersihan harus menjadi landasan utama mentalitas nasional kita,” pungkas Tokayev.
Presiden Tokayev meyakini bahwa persiapan menghadapi perubahan teknologi harus dilakukan secara matang. Ia menyatakan bahwa pencanangan tahun ini sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan merupakan peluang historis bagi Kazakhstan.
“Saya telah mendeklarasikan tahun ini sebagai Tahun Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan. Ini merupakan peluang historis bagi negara kita. Transformasi digital dan penerapan kecerdasan buatan membuka prospek baru bagi perkembangan ekonomi dan banyak bidang kehidupan lainnya, mulai dari administrasi publik hingga pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.






