BANJAR, KALSEL – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (5/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi 218 jiwa dari 79 kepala keluarga yang terdampak banjir dan kini mengungsi.
Kesiapan Penanganan Bencana
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan berbagai fasilitas penanganan kedaruratan, termasuk dapur umum, penyediaan logistik, layanan pengungsian, serta dukungan psikososial. Gus Ipul menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Setiap di masa-masa kedaruratan gini, memang kita sediakan dukungan logistik, baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda, atau juga kasur, atau hal lain yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi. Sambil kita sediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).
Penanganan kedaruratan ini merupakan hasil kerja sama antara Kemensos dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, yang juga didukung oleh unsur TNI dan Polri. “Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian dan apa yang ada di sini, baik itu dapur umum, tempat pengungsian. Ini adalah kerjasama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Banjar, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri,” jelas Gus Ipul.
Mekanisme Bantuan Pascabencana
Pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana yang berjenjang, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Bantuan dari Kemensos disalurkan berdasarkan asesmen yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bagi korban yang meninggal dunia, santunan sebesar Rp15 juta akan diberikan kepada ahli waris. Sementara itu, korban luka berat akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan: berat, sedang, dan ringan. Masing-masing kategori akan menerima bantuan sesuai hasil asesmen. Pemerintah juga akan menyediakan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat segera dibangun kembali.
“Nah setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.
Keluarga terdampak yang menempati huntara atau hunian tetap (huntap) akan menerima bantuan lanjutan dari Kemensos. Bantuan tersebut mencakup pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga, bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, dan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga.
“Jadi yang Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.
Penyaluran seluruh bantuan dipastikan berdasarkan data hasil asesmen dan verifikasi bersama pemerintah daerah dan BNPB, serta pengesahan kepala daerah.
Data Awal dan Koordinasi
Berdasarkan data awal Pemerintah Kabupaten Banjar, lebih dari seribu keluarga atau lebih dari 4.000 jiwa terdampak banjir. Data ini masih akan diverifikasi lebih lanjut untuk menentukan tingkat kerusakan dan jenis bantuan yang akan disalurkan.
“Kami ke sini sekaligus untuk koordinasi dengan pemerintah daerah, melihat apa yang kurang dan apa yang perlu diperkuat. Prinsipnya di sini semangat gotong royong kita kuatkan, kolaborasinya kita perkuat,” tutur Gus Ipul.
Dapur Umum dan Apresiasi Relawan
Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga meninjau posko dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dapur umum ini mampu memproduksi lebih dari 5.000 porsi makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi di Kabupaten Banjar.
Gus Ipul menyampaikan apresiasinya kepada para relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pengungsi. “Terima kasih ya teman-teman Tagana teman-teman kelelawan yang terus berbuat kebaikan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana Ini,” katanya.
Dukungan Psikososial dan Ungkapan Pengungsi
Selain meninjau dapur umum, Gus Ipul juga turut serta dalam Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dengan menghibur anak-anak korban banjir. Ia mengajak mereka bernyanyi dan berpantun bersama di tenda pengungsian.
Salah seorang pengungsi, Mas Julia, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang telah diberikan pemerintah. “Saya mewakili seluruh yang ngungsi mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Selama saya di sini sangat terbantu, terutama masalah makan, minum kami sangat terbantu. Apalagi kami dapat kasur, selimut dan sembako,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, DPD RI Muhammad Hidayatullah, Sekretaris Daerah Provinsi Banjar M. Syarifuddin, Wakil Bupati Banjar Said Idrus, Sekretaris Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran pejabat Kemensos.






