Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan kekompakan kabinetnya di tengah analisis yang beredar di media sosial mengenai potensi perpecahan. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa usulan koalisi permanen dari partainya dapat menjadi instrumen untuk menjaga kesolidan pemerintahan.
Kompak dan Optimistis
Sarmuji menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo tidak ditujukan secara spesifik kepada satu pihak. Menurutnya, pernyataan tersebut lebih bermakna untuk membangun optimisme di antara para pemangku kebijakan di dalam kabinet. “Pak Presiden ingin menegaskan saja, tidak mengkhususkan untuk menjawab suara yang berkembang. Pernyataan Presiden bermakna membangun optimisme yang dilandasi kesolidan tim kerja,” ujar Sarmuji kepada wartawan pada Selasa (13/1/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji memandang bahwa kesolidan kabinet dapat terus dipertahankan melalui konsep koalisi permanen. Wacana ini sendiri merupakan salah satu hasil dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Koalisi permanen membantu kesolidan pemerintahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf, menyambut positif pernyataan Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa fokus utama Partai Demokrat adalah memberikan kinerja terbaik. “Kita fokus bekerja membantu presiden sebaik-baiknya aja,” ucap Dede Yusuf.
Prabowo Bantah Analisis Perpecahan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas membantah analisis mengenai adanya perpecahan di dalam kabinetnya. Ia menyampaikan hal ini saat memberikan sambutan dalam peresmian Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Prabowo meminta publik untuk tidak mempercayai analisis yang beredar di media sosial. “Saya benar-benar bahagia hari ini, kementerian, menteri dan kabinet saya hari ini saya merasakan kompak. Jangan percaya orang-orang yang terlalu pinter, yang ngomong di mana, sosmed, menganalisa ‘Terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo’. Wah seru, saya sendiri tertarik, mana ini,” kata Prabowo.
Presiden menepis mentah-mentah analisis tersebut dan menegaskan bahwa kabinetnya bekerja keras dan kompak untuk mewujudkan program-program pemerintah. “Tapi nggak, saya merasa kerja keras, kompak dan teamwork yang luar biasa, sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti,” ujarnya.






