Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tiga lokasi potensial untuk pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di wilayah ibu kota. Rencana ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mencari solusi pengelolaan sampah jangka panjang sekaligus penyediaan energi bersih.
Tiga Lokasi yang Diusulkan
Tiga lokasi yang diusulkan tersebut meliputi dua area di Bantar Gebang, satu di Sunter yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan, dan satu lagi kemungkinan besar akan berlokasi di Jakarta Barat. “Jadi Jakarta yang pertama di Bantar Gebang itu rencananya ada dua, apa pembangkit listrik tenaga sampah. Sekarang sedang proses untuk itu. Kemudian di Sunter yang dulu sudah mendapatkan persetujuan akan dilanjutkan. Satu daerah kemungkinan besar akan diadakan di Jakarta Barat,” ujar Pramono usai meninjau Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Proses Transparan dan Koordinasi Lanjutan
Pramono menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pembangunan PLTSa. Ia menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. “Memang Jakarta ini kan mempunyai kekhususan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang membedakan dengan daerah lain sehingga dengan demikian kami sedang dalam proses itu karena saya juga ingin transparansi,” tuturnya.
Gubernur juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Jakarta terkait pengelolaan sampah. “Saya tidak ingin terburu-buru karena semua orang sekarang ini mintanya kontraktor itu bekerja di Jakarta karena apa? Pertama, sampahnya setiap hari hampir 8.000 ton. Kedua, kita punya cadangan di Bantar Gebang 55 juta ton. Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu,” jelasnya.
Keputusan akhir mengenai lokasi pasti pembangunan PLTSa masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak Danantara. “Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka. Maka untuk itu kami juga sedang menunggu koordinasi dengan Danantara untuk segera diputuskan,” imbuh Pramono.
Solusi Energi Bersih dan Jangka Panjang
Pembangunan PLTSa ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan. Hasil listrik dari PLTSa ini nantinya akan dijual langsung ke PT PLN (Persero) tanpa skema tipping fee, sejalan dengan teknologi yang semakin efisien.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin (16/6/2025) di Balai Kota Jakarta pernah menyatakan kesiapan Pemprov DKI untuk membangun empat atau lima unit PLTSa. “PLTSA ini akan dibangun sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden. Apakah nanti jumlahnya empat atau lima, kami siap. Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan melalui PLN tanpa skema tipping fee, karena teknologinya kini sudah lebih efisien dan tidak lagi membutuhkan insentif seperti dulu,” kata Pramono.






