BANJARBARU, Kalimantan Selatan – Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru pada Senin (12/1/2026) pukul 11.24 WITA. Kedatangan Presiden ke-8 RI ini disambut meriah oleh siswa-siswi SRT 9 yang mengenakan seragam merah putih lengkap dengan topi baret.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan 166 sekolah rakyat yang akan dilakukan secara hibrida. Setibanya di lokasi, Presiden sempat memperbaiki seragam para siswa yang sedang berbaris rapi. Momen tersebut disambut dengan yel-yel antusias dari para siswa.
Selanjutnya, Presiden Prabowo meninjau sejumlah fasilitas di SRT 9, termasuk ruang belajar. Program Sekolah Rakyat rintisan ini telah dibuka secara bertahap di 166 lokasi sejak Juli hingga September 2025. Sekolah-sekolah ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera (35 titik), Jawa (70 titik), Bali dan Nusa Tenggara (7 titik), Kalimantan (13 titik), Sulawesi (28 titik), Maluku (7 titik), dan Papua (6 titik).
Dampak Pendidikan dan Penyerapan Tenaga Kerja
Selama Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 15.945 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ke depan, program ini menargetkan penambahan jumlah sekolah hingga mencapai 500 unit, dengan kapasitas masing-masing hingga 1.000 siswa.
Tahap awal pembangunan Sekolah Rakyat rintisan juga telah menyerap 7.107 tenaga kerja, terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat permanen sejak 2025 di 104 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Rinciannya adalah Sumatera (26 lokasi), Jawa (40 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (3 lokasi), Kalimantan (12 lokasi), Sulawesi (16 lokasi), Maluku (4 lokasi), dan Papua (3 lokasi).
Dukungan Kolaboratif
Peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan datang dari Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.






