Erik ten Hag tidak lama menganggur setelah dipecat dari Bayer Leverkusen. Mantan pelatih Manchester United ini dipastikan kembali ke Belanda dengan peran baru sebagai Direktur Teknik di FC Twente. Keputusan ini berpotensi menentukan nasib pemain keturunan Indonesia, Mees Hilgers.
Kembali ke Akar Sepak Bola
Penunjukan Erik ten Hag sebagai Direktur Teknik FC Twente akan dimulai pada musim 2026/27. Dalam pernyataan resminya, Ten Hag mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali ke klub yang ia dukung sejak kecil.
“Ini luar biasa dan istimewa untuk kembali ke FC Twente, tempat saya menjadi pendukung di Het Diekman sejak kecil,” ujar Ten Hag. “Karier sepak bola dan kepelatihan saya dimulai di sini. Dengan pengalaman saya dalam pengembangan pemain muda, pembangunan tim, dan budaya olahraga elit, saya ingin memperkuat fondasi teknis FC Twente bersama dengan Dewan Pengawas, manajemen, dan staf, sehingga klub dapat secara berkelanjutan mewujudkan potensinya sebagai klub unggulan.”
Erik ten Hag menggantikan posisi Jan Streuer yang dijadwalkan pensiun pada akhir musim 2025/26. Ten Hag memiliki rekam jejak yang cukup mentereng, termasuk kesuksesannya bersama Ajax, kemudian berlanjut ke Manchester United di mana ia memenangkan trofi Piala FA dan Carabao Cup, sebelum akhirnya hanya bertahan sebentar di Bayer Leverkusen.
Nasib Mees Hilgers di Ujung Tanduk?
Kembalinya Ten Hag ke FC Twente menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan Mees Hilgers. Pemain berusia 24 tahun itu sempat dikabarkan ingin hengkang, namun kepindahannya gagal terwujud. Kontrak Hilgers sendiri akan berakhir pada musim panas 2026 dan belum ada perpanjangan.
Sebagai Direktur Teknik yang baru, Erik ten Hag akan memiliki peran penting dalam menentukan nasib Hilgers. Keputusannya bisa memberikan masukan krusial bagi klub, meskipun ia baru akan memulai tugasnya musim depan. Pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah pemain asal Indonesia ini akan mendapatkan kepercayaan dan perpanjangan kontrak, atau justru dilepas dengan status bebas transfer.






