Berita

Banjir Serang: 1.023 Rumah Terendam, 3.033 Jiwa Terdampak Akibat Cuaca Ekstrem

Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah kota tersebut, merendam 1.023 rumah dan berdampak pada 3.033 jiwa. Kejadian ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1/2026) malam.

Detail Kejadian Banjir

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, dalam laporannya di Serang, Sabtu (3/1/2026), menyatakan bahwa hingga pukul 04.25 WIB tercatat 12 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 keluarga.

Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Beberapa titik banjir teridentifikasi di lingkungan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Kompleks Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, dan Cikedung.

  • Di lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Banten, ketinggian air sempat mencapai 60 sentimeter, memaksa 50 keluarga mengungsi.
  • Di lingkungan Baru Bugis, ketinggian air dilaporkan mencapai 100 sentimeter.

Banjir juga sempat menggenangi pelataran kawasan wisata religi Masjid Agung Banten dan makam dengan ketinggian air 10-20 sentimeter. Namun, dilaporkan saat ini sudah surut.

Dampak pada Fasilitas Umum

Selain permukiman, fasilitas umum seperti gedung sekolah SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu juga dilaporkan terendam.

Advertisement

Kondisi Terkini dan Imbauan

Menurut Diat, sebagian besar titik banjir sudah berangsur surut. Namun, di lingkungan Kendal dan Jenggot, air dilaporkan masih menggenangi wilayah tersebut. Data sementara mencatat sebanyak 62 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel untuk memantau situasi, mengevakuasi korban, dan melakukan pendataan lanjutan. Diat mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca di Kota Serang yang terpantau masih berawan.

“Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana dan pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati dan memantau informasi cuaca terkini,” ujar Diat Hermawan.

Advertisement