Berita

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek hingga 23 Januari

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi peningkatan intensitas hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek hingga tanggal 23 Januari 2026. Perubahan cuaca yang cepat dan hujan berintensitas tinggi diprediksi akan terjadi pada periode tersebut.

Pemicu Peningkatan Curah Hujan

Menurut informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @infobmkg pada Sabtu (17/1), BMKG memantau adanya beberapa fenomena atmosfer yang saling berinteraksi dan memicu terbentuknya awan hujan.

“BMKG memantau potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek pada 16-23 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi gangguan atmosfer yang membuat awan hujan mudah terbentuk dan berkembang,” demikian kutipan dari akun resmi BMKG.

Kondisi atmosfer yang mendukung peningkatan curah hujan ini meliputi:

Advertisement

  • Adanya Bibit Siklon Tropis 96S dan Bibit Siklon Tropis 97S.
  • Terjadinya seruakan dingin (cold surge).
  • Aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin.
  • Kadar udara yang sangat lembap di berbagai lapisan ketinggian.
  • Ketidakstabilan atmosfer (labil).

Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

Wilayah Potensi Hujan Lebat

BMKG merinci wilayah-wilayah di Jabodetabek yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang:

Periode 17-19 Januari 2026:

  • Jakarta Utara
  • Jakarta Timur
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Pusat
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten dan Kota Bogor

Periode 20-23 Januari 2026:

  • Kepulauan Seribu
  • Kabupaten Bogor

Imbauan untuk Masyarakat

Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat.
  • Menyesuaikan rencana perjalanan dan aktivitas di luar ruangan.
  • Mengantisipasi kemungkinan dampak seperti banjir dan longsor.
Advertisement