Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan pelepasan ekspor kopi dari Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) ke Aljazair pada Sabtu (17/1/2026). Langkah ini merupakan upaya memperluas akses pasar global bagi produk koperasi dan menegaskan peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis ekspor.
Ferry mengapresiasi para petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Produsen GLB di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, atas keberhasilan menembus pasar global. Sebanyak 5 kontainer kopi dengan total 96 ton dilepas dalam acara tersebut.
“Terima kasih kepada semua yang sudah secara langsung maupun tidak langsung menjadikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Yang bangga bukan hanya Subang tapi ini menjadi kebanggaan nasional,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis.
Sebagai bentuk dukungan, Ferry menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan pinjaman modal bagi Koperasi Gunung Luhur Berkah guna memperluas kegiatan ekspor. Ia menekankan agar gerakan koperasi ke depan kembali menyentuh sektor produksi, distribusi, industri, dan perkreditan, sebagai upaya meneruskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Ferry menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno dan Bung Hatta, serta menjalankan konstitusi. “Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan,” ungkapnya.
Ketua Koperasi Produsen GLB, Miftahudin Shaf, menjelaskan bahwa koperasinya kini menjadi penggerak utama ekonomi Desa Cisalak, Subang. Koperasi ini memiliki 450 anggota yang mengelola 1.589 hektare lahan dan melibatkan 1.200 tenaga kerja. Hingga kini, koperasi tersebut telah berhasil membukukan volume ekspor mencapai 964,2 ton.
Acara pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Perhutanan Catur Endah Prasetiani, Kepala Biro Humas, TU dan TI Darmono, serta Ketua Koperasi GLB Miftahudin Shaf.






