Berita

BNN Ungkap Lab Narkoba Cair di Ancol, Otak Kejahatan Warga China Diburu

Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar sebuah laboratorium narkoba yang beroperasi di sebuah apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Tempat tersebut diduga digunakan untuk memproduksi narkotika jenis liquid vape berisi etomidate dan happy water. Pihak berwenang kini tengah memburu seorang warga negara China yang diduga sebagai otak di balik sindikat ini.

Temuan Laboratorium Narkoba

Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan fasilitas yang digunakan untuk meracik dan mengolah narkotika cair. “Kita menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke dalam liquid vape dan happy water,” ujar Budi kepada wartawan di lokasi pada Selasa (6/1/2026).

Dalam pengungkapan ini, BNN mengamankan empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempatnya berinisial HS, DM, PS, dan HSN, yang memiliki peran berbeda dalam bisnis ilegal tersebut. “Empat orang tersangka yang masing-masing memiliki peran sebagai kurir, peracik, atau pembiayaan,” jelas Budi.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk 2.010 pcs serbuk rasa, 85 pcs cartridge vape siap edar, alat pemasak, timbangan, serta 13.000 ml cairan yang akan diolah menjadi narkotika cair. Selain itu, 10.000 cartridge kosong juga turut diamankan.

Modus Operandi dan Penjualan

Hasil racikan narkoba cair tersebut dijual oleh para pelaku dengan harga berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 6 juta per satuan. Untuk mengelabui petugas, para pelaku menyamarkan narkoba jenis happy water dengan mengemasnya menyerupai minuman berenergi, bahkan menggunakan kemasan merek minuman lokal.

“Penyidik menemukan ada ribuan bungkus happy water, termasuk bungkus merek minuman lokal yang dijadikan sebagai penyamaran peredaran daripada happy water,” kata Budi.

Budi menambahkan bahwa sasaran utama peredaran barang haram ini adalah kalangan muda dan pengguna vape, yang seringkali ditemukan di tempat hiburan malam. “Ada rentang klaster kelompok tertentu yang menjadi sasaran mereka, utamanya adalah penikmat, pengguna vape,” ungkapnya.

Advertisement

Jaringan Internasional dan Buronan

BNN menduga sindikat narkoba ini merupakan bagian dari jaringan internasional. Tiga orang lainnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu CY, ZQ alias J, dan H. CY dan ZQ alias J diketahui merupakan warga negara China.

“ZQ alias J perannya (sebagai) pengendali, pemilik barang dan pendanaan. Sedangkan C perannya sebagai koki dan peracik happy water. Kemudian H sebagai penjaga gudang di Jakarta,” jelas Budi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pengawasan keimigrasian dan pemeriksaan kepabeanan terhadap penumpang asal Malaysia. Dua orang penumpang berinisial HS dan DM diamankan karena membawa bahan yang diduga mengandung narkotika jenis MDMA dan etomidate. Pengembangan lebih lanjut berhasil mengamankan PS dan HSN yang diduga berperan sebagai pengendali lapangan dan pengatur operasional jaringan.

Bahan baku narkoba cair ini sebagian besar diperoleh dari China. Praktik ilegal ini diduga telah berlangsung setidaknya sejak September 2025, dengan para tersangka mengaku baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan terakhir.

“Namun, berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan, jaringan ini diperkirakan mampu memproduksi ribuan cartridge liquid vape narkotika. Dengan asumsi satu cartridge dapat dikonsumsi oleh 3 hingga 5 orang, pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan ribuan hingga puluhan ribu generasi muda dari paparan narkotika,” tutup Budi.

Advertisement