Sebuah lubang raksasa menggegerkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Fenomena alam tanah berlubang atau sinkhole ini muncul di lahan persawahan milik seorang warga pada Minggu (4/1/2025), setelah terdengar suara seperti ledakan.
Sinkhole di Lahan Pertanian Warga
Lubang raksasa tersebut ditemukan di sawah yang digarap oleh Adrolmios alias Si Ad (61 tahun), warga Nagari Situjuah. Fenomena ini menjadi perhatian karena ukurannya yang besar dan lokasinya yang berada di tengah lahan pertanian.
Penjelasan Ahli Geologi
Menurut Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, fenomena sinkhole kerap terjadi di daerah batu kapur. Ia menjelaskan bahwa Nagari Situjuah Batua merupakan kawasan batu kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago. Sifat batuan kapur yang mudah larut oleh air hujan dapat menyebabkan retakan dan akhirnya membentuk lubang besar atau sinkhole.
Apa Itu Sinkhole?
Mengutip dari situs United States Geological Survey (USGS), sinkhole atau lubang runtuhan adalah cekungan di tanah yang tidak memiliki drainase permukaan alami. Air hujan yang jatuh ke permukaan umumnya akan mengalir ke bawah tanah. Sinkhole paling umum terjadi di daerah karst, yaitu wilayah dengan batuan di bawah permukaan yang dapat larut oleh air tanah, seperti lapisan garam, gipsum, dan batu kapur.
Tanah di atas rongga bawah tanah biasanya tetap utuh untuk sementara waktu. Namun, ketika ruang bawah tanah menjadi terlalu besar dan tidak ada penyangga yang cukup, keruntuhan permukaan tanah secara tiba-tiba dapat terjadi.

Penyebab Terjadinya Sinkhole
Melansir situs Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sinkhole tidak hanya disebabkan oleh faktor alam. Terdapat juga faktor manusia yang berkontribusi, seperti eksploitasi air tanah berlebihan, perencanaan tata kota yang kurang memperhatikan kondisi geologi, dan perubahan iklim yang memengaruhi pola hidrologi tanah.
Sinkhole dapat terbentuk melalui dua mekanisme utama:
- Solution sinkhole: Berkembang perlahan akibat pelarutan batu kapur oleh air asam, menciptakan rongga bawah tanah yang semakin besar.
- Collapse sinkhole: Terjadi tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah runtuh karena tidak mampu menahan beban di atasnya.
Cara Mencegah Sinkhole
Sinkhole dapat menjadi ancaman serius, terutama di kawasan karst. Langkah mitigasi yang perlu dilakukan meliputi pengelolaan air tanah yang bijak, pemantauan struktur bawah tanah menggunakan teknologi seperti georadar, dan desain infrastruktur yang adaptif.
Edukasi masyarakat juga penting untuk pemanfaatan kawasan karst yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) sebaiknya dihindari. Jika pembangunan tidak dapat dihindari, kajian mendalam mengenai geologi, hidrogeologi karst, dan evaluasi risiko bencana wajib dilakukan.
Pemantauan lingkungan secara berkelanjutan, kontrol pengambilan air tanah, serta desain infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik tanah karst, termasuk sistem drainase dan struktur bangunan yang tahan amblesan, menjadi kunci pencegahan. Teknologi georadar dapat membantu mendeteksi potensi bahaya lebih awal.






