Berita

Indonesia dan Negara Timur Tengah Mendesak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Advertisement

JAKARTA, 03 Januari 2026 – Indonesia bersama sejumlah negara Timur Tengah menyuarakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Para menteri dari negara-negara tersebut menyoroti kondisi yang semakin parah akibat cuaca buruk, termasuk hujan lebat dan badai yang melanda wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui akun X pada Jumat (2/1/2026) merinci negara-negara yang turut prihatin, meliputi Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Qatar, dan Republik Arab Mesir.

Kemlu RI mengutip pernyataan para menteri yang mengungkapkan bahwa cuaca buruk telah mengekspos kerapuhan kondisi kemanusiaan. Situasi ini sangat memengaruhi hampir 1,9 juta orang dan keluarga pengungsi yang tinggal di tempat penampungan tidak memadai. Kamp-kamp yang terendam banjir, tenda-tenda yang rusak, bangunan yang roboh, serta paparan suhu dingin yang disertai kekurangan gizi, telah meningkatkan risiko signifikan terhadap kehidupan warga sipil. Hal ini termasuk potensi wabah penyakit, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, lansia, dan individu dengan kerentanan medis.

Para menteri juga mengapresiasi upaya berkelanjutan organisasi dan badan PBB, khususnya UNRWA, serta lembaga swadaya masyarakat kemanusiaan internasional yang terus memberikan bantuan kepada warga Palestina di tengah kondisi yang sangat sulit.

Mereka menegaskan bahwa Israel harus memastikan PBB dan LSM internasional dapat beroperasi secara berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa pembatasan di Gaza maupun Tepi Barat. “Setiap upaya untuk menghambat kemampuan mereka untuk beroperasi tidak dapat diterima,” tegas pernyataan tersebut.

Advertisement

Lebih lanjut, Kemlu RI menyebutkan bahwa para menteri kembali menegaskan dukungan penuh terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 serta rencana Komprehensif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka menyatakan komitmen untuk berkontribusi dalam implementasi rencana tersebut demi memastikan keberlanjutan gencatan senjata, mengakhiri perang di Gaza, serta membuka jalan menuju kehidupan yang bermartabat dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Dalam konteks ini, para menteri menekankan perlunya segera memulai dan meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang layak dan bermartabat untuk melindungi penduduk dari kondisi musim dingin yang parah. Mereka juga menyerukan komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya dengan menekan Israel agar segera mencabut pembatasan masuk dan distribusi bantuan penting, seperti tenda, bahan tempat tinggal, bantuan medis, air bersih, bahan bakar, serta dukungan sanitasi.

“Para menteri menuntut agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Jalur Gaza secara penuh, segera, dan tanpa hambatan melalui PBB dan badan-badannya, termasuk rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit, serta pembukaan Penyeberangan Rafah dua arah sesuai ketentuan dalam Rencana Komprehensif Presiden Trump,” demikian kutipan dari pernyataan Kemlu RI.

Advertisement