Pemerintah Indonesia secara tegas menolak langkah Israel yang mengakui kedaulatan Somaliland, sebuah wilayah yang memisahkan diri dari Republik Federal Somalia. Indonesia menilai pengakuan ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas keamanan di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah.
Penolakan ini merupakan hasil kesepakatan dalam pernyataan bersama yang melibatkan menteri luar negeri dari Indonesia dan 21 negara lainnya, serta organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Pernyataan bersama tersebut disepakati pada 26 Desember 2025.
“(Pengakuan kedaulatan Somaliland) memberi dampak serius bagi perdamaian dan keamanan internasional serta menunjukkan pelanggaran besar Israel terhadap hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan bersama yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosialnya pada Rabu malam (31/12/2025).
Indonesia sependapat bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland, yang merupakan bagian integral dari Republik Federal Somalia, merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Piagam PBB menekankan pentingnya melindungi kedaulatan dan keutuhan wilayah sebuah negara.
Pernyataan bersama tersebut lebih lanjut menyebutkan bahwa dengan mengakui Somaliland, Israel dinilai menunjukkan sikap ekspansionisme. Indonesia bersama negara-negara peserta pernyataan bersama menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan Republik Federal Somalia dan menolak segala upaya yang dapat merusak persatuan serta keutuhan wilayah negara tersebut.
“Pengakuan sebagian wilayah (sebagai negara berdaulat) menjadi preseden yang serius dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional, serta melanggar dasar-dasar hukum internasional berdasarkan Piagam PBB,” tegas pernyataan bersama itu.
Dalam pernyataan yang sama, Indonesia juga menentang keras upaya menjadikan pengakuan Somaliland sebagai dalih untuk melancarkan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah mereka.
Israel Akui Negara Somaliland
Sebelumnya, Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat, serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan internasional pertama dalam sejarahnya.
Dilansir AFP pada Sabtu (27/12/2025), Somaliland telah memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991 dan sejak itu terus berupaya mendapatkan pengakuan internasional. Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas utama sejak menjabat tahun lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Kantor PM Israel menyatakan, “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.”






