Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Desain JPO ini akan difokuskan pada keramahan disabilitas untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari warga.
Harapan Warga: Lift dan Eskalator untuk Aksesibilitas
Amir (57), seorang pekerja di sekitar Sarinah, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kembali JPO tersebut, namun dengan syarat dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai. “Kalau memang dibuat ramah disabilitas, ya bagus sekali. Harus ada lift atau eskalator, jadi semua orang bisa pakai,” ujar Amir saat ditemui di kawasan Sarinah, Sabtu (10/1/2026).
Amir juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan aspek perawatan dan pengawasan pasca-proyek selesai. Ia berharap fasilitas publik tersebut tidak terbengkalai atau disalahgunakan. “Jangan sampai nanti liftnya mati atau malah jadi tempat orang buka lapak dan tunawisma. Harus dijaga, apalagi ini kan pusat kota,” tegasnya.
Senada dengan Amir, Adita (30), seorang warga lainnya, menekankan bahwa konsep ‘ramah disabilitas’ tidak boleh hanya menjadi slogan. Ia berharap fasilitas seperti lift benar-benar berfungsi secara berkelanjutan. “Kalau untuk disabilitas, saya setuju, tapi semoga fasilitasnya benar-benar berfungsi. Jangan sampai lift rusak tapi lama diperbaikinya,” kata Adita.
Adita juga berharap pengelolaan JPO dilakukan secara profesional agar tidak terkesan kumuh dan tetap aman bagi pejalan kaki.
Alasan Pembangunan Kembali JPO Sarinah
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji pembangunan kembali JPO Sarinah. Salah satu pertimbangan utamanya adalah kebutuhan bagi kelompok difabel yang kesulitan menyeberang di area tersebut. “JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kenapa (JPO) diadakan kembali,” jelas Pramono usai meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Sebagai informasi, JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Indonesia yang dibangun pada era Gubernur Ali Sadikin. Bangunan bersejarah tersebut dibongkar pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan untuk membuka estetika kawasan dan digantikan dengan pelican crossing.






