Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan terjadi pada Sabtu, 4 Januari 2026. Pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang kembali ke ibu kota.
Skenario Rekayasa Lalin
Irjen Agus menyatakan bahwa meskipun puncak arus balik diprediksi pada tanggal 4 Januari, pihaknya terus memantau pergerakan lalu lintas secara real-time. “Arus balik diperkirakan tanggal 4 (Januari). Tetapi malam ini kita monitor traffic counting-nya seperti apa, bangkitan arusnya seperti apa, tetapi saya yakin ini bisa dikendalikan karena persentase daripada kendaraan yang sisa ke luar, ke Jakarta dan sisa yang masuk ke Jakarta tidak terlalu tinggi,” ujar Irjen Agus dalam apel KRYD di Command Center Km 29, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, jika terjadi lonjakan arus lalu lintas yang signifikan, penerapan sistem one way akan dipertimbangkan. Namun, jika lonjakan tidak terlalu tinggi, contraflow dinilai lebih realistis. “Artinya tidak terlalu kemungkinan untuk di one-way, saya rasa tidak. Jadi paling nanti mungkin contraflow apabila di tanggal 4 itu nanti bangkitan arusnya cukup tinggi tetapi tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Situasi Nataru Terkendali
Menurut Irjen Agus, situasi lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru berjalan terkendali. Ia mencatat bahwa sebanyak 2,4 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui jalan tol selama momen liburan tersebut.
“Rekan-rekan sekalian, saya sampaikan bahwa kendaraan yang keluar Jakarta dari proyeksi 2,9 juta sudah keluar Jakarta 2.480.165, jadi sudah 85,5%. Jadi masih ada beberapa ribu lagi yang kemungkinan akan keluar Jakarta,” katanya.
Sementara itu, data menunjukkan bahwa sekitar 2,3 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta menjelang puncak arus balik. “Termasuk juga yang masuk ke Jakarta, dari proyeksi 2,8 juta sudah masuk Jakarta 2.303.572. Ini rekan-rekan yang perlu kita antisipasi baik yang keluar baik yang masuk, sisanya tinggal kurang lebih hampir 300.000 saja. Artinya ini masih bisa kita kendalikan. Kalau kita lihat dari tahun lalu kenaikan hanya antara 12 sampai 15%. Artinya kondisi lalu lintas bisa kita kendalikan baik yang mudik dan yang balik,” ungkapnya.






