Senin, 19 Januari 2026 – Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryana bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengunjungi Nenek Saudah (67) di kediamannya di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Nenek Saudah merupakan korban pengeroyokan saat menolak aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara terhadap warga lansia yang menjadi korban pengeroyokan akibat keberaniannya menolak aktivitas tambang ilegal. Turut hadir dalam rombongan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat, serta sejumlah pejabat daerah dan aparat kepolisian.
Dalam pertemuan tersebut, Andre Rosiade memberikan penguatan moril kepada Nenek Saudah dan putranya, Asparuddin. Andre menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kekerasan dan intimidasi, terlebih terhadap warga yang berjuang mempertahankan lingkungan dari praktik ilegal.
“Negara hadir dan tidak akan membiarkan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang ilegal. Nenek tidak sendirian,” tegas Andre.
Untuk menjamin keamanan korban pascakejadian, Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryana menginstruksikan pengamanan maksimal di kediaman Nenek Saudah. Ia memerintahkan Kapolres Pasaman menempatkan personel kepolisian secara rutin di lokasi.
“Kami siap mengawal keamanan Nenek Saudah. Saya perintahkan satu personel Bhabinkamtibmas berjaga setiap hari di rumah ini,” ujar Irjen Gatot.
Selain pengamanan, Kapolda menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban. Ia meminta Nenek Saudah mendapatkan perhatian penuh dan dijauhkan dari tekanan apa pun.
“Saya minta Nenek dibikin senang, dibikin nyaman. Saya ingin Nenek cepat sembuh. Kalau ada yang mengganggu, laporkan langsung,” kata Gatot.
Kapolda juga memastikan kesiapan Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan maksimal. Jika diperlukan perawatan lanjutan, Nenek Saudah akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
“Kalau memang perlu dirawat lebih lanjut, kita bawa ke Padang. Kita punya Rumah Sakit Bhayangkara. Dokter akan lakukan pemantauan rutin,” tegasnya.
Terkait penegakan hukum, Irjen Gatot mengungkapkan bahwa dari empat terduga pelaku pengeroyokan, satu orang telah ditangkap. Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
“Kami tidak akan berhenti. Pelaku lainnya akan kami kejar dan proses hukum akan berjalan sampai tuntas,” ujar Gatot, sembari meminta Kapolres berkoordinasi intensif dengan Kejaksaan Negeri Pasaman.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kasus ini. Ia menegaskan kekerasan akibat konflik tambang ilegal tidak boleh dibiarkan terjadi di Pasaman.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Andre dan Pak Kapolda. Kasus ini harus diusut tuntas agar menjadi pelajaran dan tidak terulang,” ujarnya.
Asparuddin, anak Nenek Saudah, turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih. Orang tua kami hanya ingin mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal. Kami mohon keadilan ditegakkan,” katanya.
Andre Rosiade menutup kunjungan dengan memastikan korban tidak perlu lagi merasa takut dan dapat fokus pada pemulihan kesehatan. Dalam kesempatan itu, Andre juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan pengobatan dan keperluan harian Nenek Saudah.
“Nenek fokus saja sembuh. Negara hadir dan akan melindungi,” pungkas Andre.






