Berita

Menteri Kebudayaan Serahkan SK Plt Keraton Solo, Putri PB XIII Protes Keras

Advertisement

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Keraton Solo kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan pada Minggu, 18 Januari 2026. Penyerahan SK ini menuai protes dari pihak pendukung PB XIV Purbaya, yang diwakili oleh putri tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay.

Protes di Mimbar

Saat acara berlangsung di hadapan Wali Kota Solo, Respati Ardi, dan para pendukung PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay naik ke atas mimbar untuk menyampaikan protesnya. Namun, mikrofon dimatikan saat ia mulai berbicara. Turut mendampingi GKR Timoer Rumbay adalah Permaisuri GKR Paku Buwono, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari.

“Assalamualaikum Bapak. Maaf Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu. Mohon maaf, tolong miknya dinyalakan supaya banyak yang mendengar. Saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia,” ujar GKR Timoer Rumbay, yang disambut teriakan dari para undangan.

Menteri Fadli Zon yang berada di lokasi segera menghampiri GKR Timoer Rumbay. Suasana sempat memanas dengan teriakan dari Sentono, Abdi Dalem, dan tamu undangan lainnya. Pihak Purbaya juga membagikan surat keberatan atas SK yang dikeluarkan oleh Kemenbud.

Advertisement

Penyerahan SK dan Protes Berlanjut

Meskipun protes berlangsung, Fadli Zon melanjutkan proses penyerahan SK kepada Tedjowulan. Protes kembali terjadi tepat saat Menteri Kebudayaan hendak menyerahkan surat tersebut.

“Kami berharap pada hari ini Panembahan Agung Tedjowulan yang ditunjuk sebagai pelaksana melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026, bisa menjadi pelaksana yang paripurna dalam memajukan kebudayaan,” kata Fadli Zon dalam sambutannya.

Advertisement