Sebuah fenomena alam tak biasa terjadi di langit Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (9/1/2026) siang. Video yang merekam penampakan angin puting beliung beredar luas di media sosial, memicu kekhawatiran dan kehebohan di kalangan warga.
Awan Gelap Berputar di Langit
Dalam rekaman video yang viral, terlihat jelas awan gelap membentuk ekor panjang yang berputar-putar di angkasa. Pemandangan dramatis ini sontak membuat warga panik. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntung, pusaran angin tersebut menghilang sebelum menyentuh permukaan tanah, sehingga tidak menimbulkan kerusakan berarti.
Meskipun tidak menyebabkan kerusakan besar, fenomena ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet karena dianggap sangat dramatis dan menegangkan.
Penjelasan BMKG: Dampak Pemanasan Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Dhoho, Lukman Soleh, memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Menurutnya, awan berekor atau puting beliung merupakan dampak dari pembentukan awan cumulonimbus yang masif. Pembentukan awan ini dipicu oleh pemanasan suhu permukaan yang ekstrem pada siang hari, terutama di puncak musim hujan.
“Secara meteorologis, massa udara panas yang naik dengan cepat karena penguapan tinggi di puncak musim hujan bertemu dengan udara dingin di atmosfer, sehingga menciptakan ketidakstabilan udara yang memicu pusaran angin kencang dengan kecepatan tinggi dalam durasi singkat,” jelas Lukman seperti dilansir detikJatim, Sabtu (10/1/2026).
Imbauan Keselamatan
Lukman menambahkan bahwa kejadian angin puting beliung, meskipun bersifat lokal, berpotensi menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera mencari perlindungan di tempat yang aman ketika fenomena ini muncul.
“Segera mencari bangunan kokoh jika melihat awan gelap pekat yang menjulang seperti kembang kol untuk menghindari risiko tertimpa material bangunan atau pohon tumbang,” tegasnya.






