Pandeglang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang angkat bicara mengenai banjir yang telah merendam sejumlah wilayah selama sepekan tanpa penetapan status Tanggap Darurat. Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menjelaskan bahwa keputusan penetapan status tersebut tidak dapat diambil sepihak oleh Pemkab.
Koordinasi Forkompinda Kunci Penetapan Status
“Terkait (status) Tanggap Darurat banjir, tentu akan kami rapatkan. Karena kaitan dengan Tanggap Darurat, tidak diputuskan secara sepihak. Ini harus dikoordinasikan dan dimusyawarahkan dengan Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) di Pandeglang,” ujar Iing kepada wartawan pada Sabtu (17/1/2026).
Meskipun belum ada penetapan status tanggap darurat, Iing memastikan bahwa Pemkab Pandeglang bersama Forkopimda terus berupaya menanggulangi dampak banjir. Upaya tersebut meliputi pemberian bantuan logistik kepada warga terdampak dan memastikan ketersediaan dapur umum.
“Meskipun ini belum ditetapkan sebagai tanggap darurat Pandeglang, kami pemerintah daerah dengan Forkopimda selalu bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat,” tegas Iing.
Solusi Air Bersih dan Normalisasi Sungai
Menyinggung ketersediaan air bersih, Iing menjamin akan segera menyalurkannya dalam berbagai bentuk. Saat ini, pihaknya masih terus mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut.
“Air bersih ini, nanti kami akan carikan solusinya meskipun hari ini kita hanya mengirimkan beras, mi, telor dan lain sebagainya, nanti akan diberikan air bersih baik itu air kemasan dan sebagainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iing mengungkapkan bahwa banjir tahunan yang melanda wilayah Pandeglang bagian selatan disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan aliran sungai. Oleh karena itu, normalisasi sungai menjadi solusi yang mendesak.
“Penyebabnya ini adalah sungai yang tidak bisa menampung debit air yang terlalu tinggi, besar. Solusinya adalah bagimana kita semua berupaya untuk menangani sungai-sungai yang ada di kabupaten Pandeglang termasuk Sungai Ciliman, Cilemer supaya tidak ada pendangkalan sungai dan penyempitan sungai,” pungkasnya.






