Berita

Warga Harap Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Segera Tuntas, Atasi Bahaya dan Macet

Advertisement

Proses pembongkaran tiang-tiang proyek monorel yang terbengkalai di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah dimulai. Warga setempat menyambut baik inisiatif ini dan berharap pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Kekhawatiran Warga Terhadap Tiang Mangkrak

Miftah (28), salah seorang warga yang ditemui di lokasi, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tiang monorel yang telah lama mangkrak. Ia menilai keberadaan tiang-tiang tersebut berpotensi membahayakan pengendara.

“Semoga cepat selesai pembongkarannya, semoga sesuai targetnya,” ujar Miftah. “Kalau bisa dibongkar, ya dibongkar, kalau mau dilanjut, ya lanjut. Soalnya, kan bahaya juga itu, sudah besinya ke atas.”

Senada dengan Miftah, Jackson (44) juga menyoroti aspek keselamatan. Ia menjelaskan bahwa tiang besi yang menjulang di tengah jalan yang relatif sempit dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Itu bahaya, ini jalanan sempit kan, ada besi lagi kan, bahaya. Apalagi yang di ujung, bahaya banget. Sering tabrakan yang di situ, nabrak besi itu,” kata Jackson. Ia menambahkan bahwa tiang di ujung jalan menjadi titik rawan kecelakaan.

Dukungan Pembongkaran dan Penataan Kawasan

Jackson menyambut positif pelaksanaan pembongkaran yang dilakukan pada malam hari. Menurutnya, waktu pengerjaan tersebut tidak mengganggu aktivitas perkantoran maupun lalu lintas.

“Benar juga itu ngerjain malam, jadi nggak mengganggu aktivitas yang kerja kan, lalu lintas juga. Kalau pas aktivitas kerja kantor, ya bikin macet kalau dikerjain. Kalau malam, jam-jam 10 udah agak lengang jalanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jackson berharap agar jalanan di Rasuna Said arah Pancoran dapat diseragamkan menjadi satu ruas jalan. Ia berpendapat bahwa pembagian jalur menjadi cepat dan lambat justru memperburuk kemacetan.

Advertisement

“Ya lebih bagus dibikin begitu, jadi disamain sama yang seberang gitu jalannya. Nggak semrawut. Kalau dibikin kayak di seberang, udah plong aja orang ke sana. Jadi satu ruas jalan, jadi lancar,” tuturnya.

Target Penyelesaian dan Anggaran Penataan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa sebanyak 109 tiang monorel akan dibongkar dan ditata ulang sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan. Ia menargetkan proyek ini selesai pada bulan September.

“Jumlah tiangnya ada 109 sampai ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai,” kata Pramono saat meninjau pembongkaran di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Pramono mengklarifikasi bahwa biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp 254 juta. Anggaran besar senilai Rp 102 miliar dialokasikan untuk penataan kawasan secara keseluruhan, termasuk perbaikan jalan, selokan, trotoar, dan penerangan umum.

“Sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp 100 miliar itu bukan motongnya. Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya,” tegas Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus mengkaji secara mendalam rencana penataan kawasan Rasuna Said agar dapat memberikan manfaat optimal bagi publik.

Advertisement