Penyanyi Pinkan Mambo tengah berjuang keras demi kesembuhan putranya, Luke, yang didiagnosis mengidap lemah otot jantung. Perjuangan ini membawanya ke Singapura dengan penuh drama menegangkan, namun akhirnya berbuah mukjizat.
Kondisi Kritis di Indonesia
Sebelum dibawa ke Singapura, kondisi Luke di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Tubuh sang anak mengalami pembengkakan parah akibat penumpukan cairan. “Sakitnya itu jantungnya, lemah otot jantungnya. Memang sudah bengkak, perutnya besar tapi kakinya kecil. Ternyata itu air,” ungkap Pinkan Mambo kepada awak media di Studio Rumpi: No Secret TTV, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026).
Perjalanan Laut Penuh Risiko
Keputusan Pinkan membawa Luke ke Singapura ditempuh melalui jalur laut dengan perjalanan selama 30 jam. Perjalanan ini menjadi titik terberat karena Luke mengalami sesak napas hebat. Pinkan mengaku sempat diminta menandatangani surat pernyataan yang membuatnya trauma. “Sempat di laut itu dibilang, ‘Nanti kalau meninggal nih dibuang ke laut, kamu harus tanda tangan’. Itu gambling antara hidup dan mati anak. Aku nangis, Luke juga sempat nyerah minta pulang saja,” kenang Pinkan dengan nada emosional.
Diagnosis Mengejutkan di Singapura
Setibanya di Singapura, diagnosis dokter sangat cepat namun memilukan. Tim medis sempat angkat tangan dan memprediksi usia Luke tidak akan lama lagi. “Dokter semua sudah nyerah, gak bisa buat apa-apa. Paling hanya 3 hari sampai 2 minggu maksimal. Nangis banget aku di situ,” tuturnya.
Keajaiban Terjadi Berkat Doa dan Terapi
Namun, Pinkan tidak menyerah dan terus berdoa. Keajaiban pun terjadi. Tanpa operasi pemasangan ring atau penyedotan cairan secara manual, kondisi Luke membaik hanya dengan terapi obat-obatan canggih. “Dia keluarin air 27 liter loh dari badannya, hanya lewat pipis. Tiba-tiba fungsi jantungnya yang tadinya 20-30 persen, naik jadi 70 persen. Dokter sampai heran dan melihat ini keajaiban Tuhan,” jelas pelantun Kekasih Yang Tak Dianggap tersebut.






