Real Madrid secara resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru menggantikan Xabi Alonso. Keputusan ini diambil setelah Alonso memutuskan mundur pasca kekalahan timnya dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada Senin (12/1/2026).
Arbeloa, Sosok Tak Asing di Santiago Bernabeu
Penunjukan Arbeloa, mantan pemain Real Madrid, disambut dengan berbagai reaksi. Pria berusia 42 tahun ini bukan nama baru di kancah sepak bola Madrid. Ia merupakan didikan akademi klub dan pernah membela tim senior Los Blancos selama dua periode, mempersembahkan delapan gelar juara.
Karier kepelatihan Arbeloa juga tidak terlepas dari Real Madrid. Ia telah menukangi berbagai tim kelompok umur, mulai dari U-14, U-16, U-19, hingga tim muda Castilla. Real Madrid menjadi tim senior pertama yang ia tangani.
Keraguan dan Harapan dari Legenda
Meski memiliki rekam jejak di akademi, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan klub menunjuk pelatih yang dianggap masih ‘hijau’ untuk tim senior. Menanggapi hal ini, legenda Real Madrid, Guti Hernandez, angkat bicara.
Guti berharap klub dan para penggemar dapat memberikan kepercayaan penuh kepada Arbeloa, serupa dengan bagaimana Zinedine Zidane diorbitkan dari tim akademi ke tim senior. “Ini adalah sesuatu yang belum pasti, tetapi hal yang sama juga belum pasti ketika Zidane mengambil alih, datang dari Castilla dan keadaan tidak berjalan dengan baik,” ujar Guti, mengutip dari Marca.
Ia menambahkan, “Apakah dia memenuhi syarat atau tidak, Real Madrid tahu karena dia telah lama bekerja dengan akademi muda, dan jika mereka memberinya tanggung jawab ini, itu karena mereka percaya padanya, dan sekarang kita akan menunggu dan melihat apakah semuanya berjalan baik untuknya.”






