Manchester City tengah menghadapi periode sulit dalam urusan mencetak gol. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim asuhan Pep Guardiola ini hanya mampu meraih hasil imbang, dengan dua skor 1-1 dan satu hasil kacamata 0-0.
Tren Imbang yang Mengkhawatirkan
Setelah meraih kemenangan 2-1 atas Nottingham, Manchester City secara berturut-turut ditahan imbang oleh Sunderland (0-0), Chelsea (1-1), dan Brighton (1-1). Periode ini menimbulkan pertanyaan apakah tim berjuluk The Citizens ini telah ‘lupa cara bikin gol’.
Meskipun hasil yang diraih kurang memuaskan, statistik menunjukkan bahwa Manchester City tetap tampil dominan. Dalam tiga laga tersebut, mereka berhasil melepaskan total 11 tembakan tepat sasaran, dengan rata-rata tiga tembakan mengarah ke gawang per pertandingan. Angka ini belum termasuk peluang emas yang membentur tiang gawang, seperti sepakan Erling Haaland saat melawan Chelsea dan Phil Foden ketika berhadapan dengan Brighton.
Guardiola Tetap Tenang
Menanggapi tren negatif ini, manajer Pep Guardiola menegaskan bahwa ia tidak panik. Menurutnya, masalah penyelesaian akhir ini hanya bersifat sementara dan akan segera terpecahkan.
“Kami bisa banyak bikin peluang, tapi memang gol belum datang,” ujar Guardiola seperti dilansir dari Mirror. Ia menambahkan, “Haaland atau Foden mungkin gagal bikin gol hari ini, tapi besok mereka pasti bisa melakukannya.”
Produktivitas Tim Tetap Tinggi
Terlepas dari tiga hasil imbang tersebut, Manchester City sejatinya masih memegang predikat sebagai tim paling produktif di Liga Inggris musim ini. Mereka telah mencetak total 45 gol, di mana separuhnya disumbangkan oleh Erling Haaland yang telah mengoleksi 20 gol.
Guardiola menekankan pentingnya kontribusi gol dari seluruh lini. Ia berharap pemain lain, seperti Foden, Cherki, maupun Reijnders, dapat menjadi pembeda ketika lini serang utama mengalami kebuntuan. “Siapa saja harus bisa mencetak gol, sesimpel itu saja,” tutupnya, mengindikasikan perlunya distribusi gol yang lebih merata di dalam tim.






