Tangier – Timnas Senegal dipastikan menjadi tim pertama yang melangkah ke babak Semifinal Piala Afrika 2025. Kemenangan 1-0 atas Mali di perempat final mengantarkan ‘The Lions of Teranga’ ke fase empat besar turnamen akbar benua Afrika tersebut.
Pertandingan perempat final yang berlangsung di Grand Stade de Tangier, Jumat (9/1/2026) malam WIB, menampilkan dominasi Senegal. Tim asuhan Aliou Cissé ini menguasai bola hingga 65 persen dan melepaskan total 19 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang.
Senegal tampil agresif sejak awal laga, namun beberapa peluang emas belum mampu dikonversi menjadi gol. Mali, yang lebih banyak memilih bertahan, mencoba mengancam melalui skema serangan balik cepat.
Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-27. Berawal dari pergerakan di sisi kanan, Kreppin Diatta melepaskan umpan tarik yang sempat ditepis oleh kiper Mali, Djigui Diarra. Bola muntah kemudian disambar cepat oleh Iliman Ndiaye yang berdiri di depan gawang, membawa Senegal unggul 1-0.
Situasi Mali semakin sulit setelah gelandang andalan mereka, Yves Bissouma, diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua pada menit ketiga masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, Mali berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dengan bermain lebih terbuka. Namun, pertahanan Senegal yang solid mampu meredam setiap serangan yang dilancarkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Senegal tetap bertahan.
Dengan hasil ini, Senegal menanti lawan mereka di semifinal, yang akan berhadapan dengan pemenang antara Mesir melawan Pantai Gading pada Minggu (11/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Senegal di Piala Afrika menjadi 16 pertandingan, sebuah catatan impresif yang menempatkan mereka sebagai tim dengan rekor terpanjang kedua sepanjang sejarah turnamen.






