Oliver Glasner dipastikan akan meninggalkan jabatannya sebagai manajer Crystal Palace di akhir musim kompetisi 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah dirinya bertemu dengan pemilik klub, Steve Parish, pada Oktober 2025 lalu.
Keputusan Hengkang Diambil Sejak Oktober 2025
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Sunderland pada Sabtu, 17 Januari 2026, Glasner mengungkapkan bahwa dirinya telah mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2026. Ia mengaku telah berdiskusi panjang dengan Steve Parish.
“Keputusan sudah diambil, beberapa bulan yang lalu. Saya bertemu Steve (Parish) pada bulan Oktober, saat jeda internasional,” ujar Glasner seperti dikutip dari Sky Sports. “Kami berbicara panjang lebar dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak akan menandatangani kontrak baru. Kami sepakat saat itu bahwa yang terbaik adalah merahasiakannya di antara kami. Lebih baik kami melakukan itu dan merahasiakannya selama tiga bulan.”
Glasner menambahkan bahwa ia baru memberitahukan keputusannya kepada tim pada hari ini demi memberikan kejelasan situasi. “Saya memberi tahu tim hari ini, karena saya pikir penting untuk punya kejelasan situasi sekarang. Kami sebelumnya punya jadwal yang sangat padat, jadi itulah sebabnya kami tidak ingin membicarakannya. Steve dan saya ingin yang terbaik untuk Crystal Palace,” imbuhnya.
Sukses di Crystal Palace dan Kans ke MU
Sejak bergabung dengan Crystal Palace pada Februari 2024, Oliver Glasner dinilai berhasil membawa perubahan positif. Puncaknya adalah keberhasilan membawa tim menjuarai Piala FA musim lalu setelah mengalahkan tim kuat Manchester City di partai final. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Palace tampil di kompetisi Eropa, yang merupakan pencapaian kedua dalam sejarah klub di kancah internasional.
Kesuksesan Glasner bersama Palace tak pelak menyeret namanya dalam bursa rumor manajer tetap di Manchester United. Terkait hal ini, Glasner mengaku menginginkan tantangan baru dan keputusannya untuk hengkang tidak berkaitan dengan isu bursa transfer atau pendekatan klub.
“Saya memberi tahu Steve bahwa saya hanya mencari tantangan baru. Saya mengatakan itu padanya pada bulan Oktober, ini tidak ada hubungannya dengan jendela transfer,” tegasnya.






