Lisbon, Portugal – Rencana megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo untuk menghabiskan masa pensiunnya di sebuah mansion mewah di Portugal tampaknya harus tertunda. Proyek ambisius yang telah digarap selama lima tahun terakhir ini terpaksa dijual akibat sejumlah masalah yang tak kunjung usai, terutama terkait privasi.
Mansion Megah di Quinta da Marinha
Cristiano Ronaldo diketahui membeli sebuah properti mewah di kompleks perumahan eksklusif Quinta da Marinha, Cascais, Portugal, pada tahun 2020. Lahan seluas 12 ribu meter persegi ini kemudian diubahnya menjadi sebuah mansion impian dengan berbagai fasilitas canggih.
Selama kurang lebih lima tahun, Ronaldo telah mencurahkan waktu dan sumber daya untuk merenovasi dan membangun fasilitas tambahan di mansion tersebut. Namun, impian untuk menetap di sana setelah pensiun kini harus dikubur dalam-dalam.
Masalah Teknis, Hukum, dan Privasi
Menurut laporan dari Marca, penjualan mansion ini dipicu oleh serangkaian masalah yang kompleks. Sejak awal renovasi, Ronaldo dihadapkan pada kendala teknis dan persoalan hukum terkait perizinan pembangunan. Meskipun ia berusaha bersabar menghadapi kendala tersebut, isu privasi menjadi titik krusial yang tidak dapat ditoleransi.
Lokasi mansion yang dikelilingi oleh fasilitas mewah seperti lapangan golf dan pusat berkuda ternyata menyulitkan Ronaldo untuk menjaga privasi. Pemandangan mansionnya dapat terlihat dari berbagai titik di sekitarnya.
Upaya Ronaldo untuk membeli sebidang tanah di depan mansionnya guna menghalangi pandangan dari luar pun menemui jalan buntu. Pemilik lahan tersebut dilaporkan menolak tawaran penjualan.
Harga Fantastis dan Spekulasi Masa Depan
Tak ingin berlarut dalam kerumitan, Cristiano Ronaldo akhirnya memutuskan untuk menjual mansion mewah tersebut dengan harga yang fantastis, yaitu mulai dari 35 juta Euro atau setara dengan Rp 685 miliar.
Keputusan ini menimbulkan spekulasi mengenai rencana masa depan Ronaldo. Apakah ia akan mencari hunian lain di Portugal, atau justru mempertimbangkan untuk menetap di Arab Saudi, tempat ia kini bermain sepak bola, setelah gantung sepatu kelak?






