Berita

Balita Jatuh dari Lantai 2 Rumah di Jaktim, Polisi Pastikan Pengawasan Ketat Meski Tak ke Rumah Aman

Advertisement

Seorang balita berusia tiga tahun mengalami luka di dagu setelah terjatuh dari balkon lantai 2 rumah kontrakan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) ini sempat membuat warga sekitar panik dan segera memberikan pertolongan pertama.

Luka di Dagu, Balita Segera Dapat Perawatan

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, mengonfirmasi kondisi balita tersebut. “Anak korban yang tiga tahun ini luka di dagu. Sudah kami jahit, sudah kami berikan pelayanan kesehatan,” ujar Sri, dilansir Antara.

Sri menambahkan bahwa luka pada bagian dagu korban memerlukan tindakan medis lebih lanjut. “Lukanya bagian dagu. Saya juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk dilakukan kontrol lebih lanjut,” jelasnya.

Orang Tua Tolak Anak Dibawa ke Rumah Aman

Meskipun insiden tersebut terjadi saat orang tua tidak berada di rumah, kepolisian memutuskan untuk tidak membawa balita tersebut ke rumah aman (safe house). Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan orang tua korban.

“Kami tetap memastikan anak berada di lingkungan aman. Jika ditemukan lagi perlakuan salah, tentu akan ada langkah hukum,” tegas Sri. Ia menjelaskan bahwa secara prosedural, penempatan anak di rumah aman memerlukan izin orang tua, yang dalam kasus ini belum diberikan.

“Kalau anaknya mau ya, tapi orang tuanya belum mengizinkan. Bahkan kemarin membawa pendamping. Karena jika kami memasukkan anak korban yang masih balita itu, kami harus izin orang tuanya,” ungkap Sri.

Sebagai konsekuensinya, orang tua balita diminta membuat surat pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan pengasuhan anak. “Orang tuanya kemarin membuat surat pernyataan bahwa dia sanggup dalam pengasuhannya. Tapi di pernyataan dituangkan, jika di kemudian hari ada tindakan atau perlakuan salah lagi, akan berproses hukum,” tegas Sri.

Advertisement

Untuk memastikan kondisi anak tetap aman, keluarga besar balita tersebut ikut terlibat dalam pengawasan. Sementara waktu, balita itu dititipkan kepada kerabat dekat. “Kemarin malam dijelaskan ada pamannya, ada omnya, ada pendampingnya. Untuk sementara waktu akan dititipkan kepada saudaranya,” ujar Sri.

Sri menegaskan bahwa langkah ini diambil agar anak tetap berada di lingkungan keluarga namun tetap dalam pantauan aparat. Unit PPA Satreskrim juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Kesaksian Warga

Firmansyah (50), Ketua RT 08 RW 06 Rawa Bunga, menceritakan kronologi kejadian. Menurutnya, balita tersebut awalnya naik ke lantai dua rumah sebelum terpeleset dan jatuh.

“Kronologinya anak itu naik ke atas, lalu kepeleset jatuh terus tengkurap miring,” kata Firmansyah. Warga yang melihat kejadian segera melapor kepadanya. Setelah dicek, balita berinisial AC ditemukan dalam kondisi terjatuh.

Korban sempat dibawa ke klinik terdekat untuk pertolongan pertama. Petugas medis menyarankan luka di dagu dijahit, namun memerlukan persetujuan orang tua. Setelah ibu korban datang, luka tersebut dijahit dan korban selanjutnya dibawa ke RS Premier Jatinegara untuk penanganan lebih lanjut.

Warga juga sempat membuka pintu dan jendela rumah karena khawatir ada anak lain di dalam. “Warga karena cemas, bukalah jendela sama pintu. Itu memang tidak dikunci. Terus dicek, yang paling kecil ada di dalam,” katanya.

Advertisement