Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tiga sistem siklon yang berada di dekat wilayah Indonesia. Keberadaan siklon ini berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa daerah.
Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon 96S
Siklon Tropis Nokaen terpantau berada di Laut Filipina, sebelah utara Sulawesi Utara. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 40 knot (75 km/jam) dengan tekanan udara minimum 996 hPa. BMKG menyatakan siklon ini bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis Nokaen terpantau di Laut Filipina sebelah utara Sulawesi Utara, dengan kecepatan angin maksimum 40 knot (75 km/jam) dan tekanan udara minimum 996 hPa,” kata BMKG dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
BMKG memperkirakan kecepatan angin maksimum Nokaen dalam 24 jam ke depan akan tetap persisten pada kategori 1.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S terdeteksi di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Bibit siklon ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 25 knot (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 1.000 hPa. BMKG memprediksi Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Bibit Siklon 97S dan Imbauan Waspada
BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di pesisir utara Australia. Kecepatan angin maksimumnya tercatat 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 998 hPa. Bibit siklon ini berpeluang rendah menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat laut dalam periode 24 jam ke depan.
Akibat keberadaan ketiga sistem siklon ini, BMKG mengimbau warga di beberapa wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan:
- Hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur bagian utara Kalimantan Utara (Kaltara), Maluku bagian selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Angin kencang berpotensi terjadi di NTT dan Maluku bagian selatan.
- Gelombang tinggi hingga 2,5 meter diperkirakan melanda Perairan Sangihe-Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku, Selat Bali, Lombok, Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, serta Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Kei dan Aru, dan Laut Arafuru bagian tengah dan timur.
- Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Babar dan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini untuk mitigasi bencana.






