Berita

DLH Bogor Segel Pabrik Limbah Medis Diduga Cemari Air Warga Parungpanjang

Advertisement

Bogor – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel sebuah pabrik pengolahan limbah medis di wilayah Parungpanjang. Tindakan tegas ini diambil menyusul dugaan aktivitas pabrik yang mencemari sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat setempat.

Pembakaran Limbah Medis Picu Pencemaran

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa pabrik tersebut diduga melakukan pengolahan sampah medis dengan cara pembakaran. “Jadi itu dia pengolahan sampah medis dengan cara melakukan pembakaran. Air limbahnya kemarin sudah kita segel,” ujar Teuku Mulya pada Jumat (9/1/2026).

Penyegelan resmi dilakukan pada Kamis (8/1). DLH Kabupaten Bogor berencana membuat berita acara pengawasan untuk mendorong pabrik tersebut segera memproses perizinan yang diperlukan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). “Mereka meminta memproses surat kepada Kementerian atau Menteri LH untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan kewenangannya karena izin resminya harus di KLH,” jelasnya.

Penyegelan Berlanjut Hingga Izin Terpenuhi

Teuku Mulya menegaskan bahwa penyegelan akan terus diberlakukan selama pabrik tersebut belum mendapatkan izin resmi dari KLH. Pengawasan rutin akan terus dilakukan oleh DLH Kabupaten Bogor untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Advertisement

“Pokoknya, sepanjang mereka belum urus atau tidak dapat izin, sepanjang itu kita lakukan penyegelan atau penghentian sementara. Sampai mereka memperoleh yang namanya semacam izin penanganan pembakaran limbah medis ini,” tuturnya.

Saluran IPAL Diduga Jadi Sumber Pencemaran

Penyegelan difokuskan pada saluran pembuangan air limbah pabrik. Diduga kuat, dari saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) inilah pencemaran air yang berdampak pada warga terjadi. “Jadi pemasangan PPLH line pada saluran IPAL-nya itu yang tidak berfungsi kayaknya. Karena dari situ kayaknya mencemarkan air sehingga dimungkinkan mencemarkan air warga setempat,” pungkasnya.

Advertisement