Yogyakarta – Sebuah keluhan mengenai harga nasi gudeg yang dianggap tidak wajar di kawasan Malioboro, Yogyakarta, menjadi viral di media sosial. Wisatawan mengeluhkan harga tiga porsi nasi gudeg dengan telur dan es teh manis mencapai Rp 85 ribu.
Penjelasan Pengelola Malioboro
Video keluhan tersebut diunggah oleh akun Instagram @yogyakarta.keras. Dalam video itu, dinarasikan bahwa seporsi nasi gudeg, telur, dan es teh manis dibanderol Rp 85 ribu. Namun, video tersebut tidak secara spesifik memperlihatkan warung gudeg yang dimaksud, hanya menampilkan sebuah gang di kawasan Malioboro.
“Gaes hati-hati kalau mau makan di depan Malioboro Jogja, Harganya mahal banget nasi gudeg 3 porsi+ telur es teh manis 85 ribu,” demikian tulisan yang menyertai video tersebut, seperti dilansir detikJogja, Jumat (2/1/2025).
Kewenangan Pengendalian Harga
Menanggapi viralnya keluhan tersebut, Kepala UPT Malioboro, Fitria Dyah Anggraeni, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengontrol harga makanan yang dijual oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Kalau bicara kewenangan, memang kami tidak berada di ranah pengendalian harga. Tapi dari Dinas Pariwisata sudah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha kuliner agar mencantumkan daftar harga sebagai mitigasi,” ujar Anggi, sapaan akrabnya, saat dihubungi.
Anggi menambahkan, imbauan kepada wisatawan juga rutin disampaikan melalui pos Tourist Information Services (TISA). Wisatawan diingatkan untuk selalu memastikan harga sebelum memesan makanan.
UPT Malioboro juga mendorong wisatawan untuk memilih tempat makan yang harga menunya tertera dengan jelas.
“Teman-teman Dinas Pariwisata yang berjaga di TISA juga selalu mengingatkan wisatawan untuk memastikan harga makanan. Kami juga mengimbau agar makan di resto atau penjual di kawasan Malioboro yang sudah jelas dan pasti daftar harganya,” tuturnya.






