Berita

Habib Rizieq: Materi Lawakan Pandji Soal Salat adalah Penistaan Agama

Advertisement

Habib Rizieq Shihab menyoroti materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang dinilai menyinggung dan menistakan agama Islam terkait pembahasan salat. Ia menegaskan bahwa hukum Islam mewajibkan umatnya memilih pemimpin yang menjalankan salat.

Dukungan untuk Kritik, Batasan untuk Penistaan

Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube Islami Brotherhood Television pada Selasa (13/1/2026), Habib Rizieq menyatakan dukungannya terhadap kritik yang disampaikan melalui lawakan, bahkan terhadap pemerintah. Ia menekankan pentingnya kebebasan berpendapat dan menolak penangkapan terhadap pengkritik.

“Soal kritik pedas terhadap pemerintah, saya dukung, saya juga sering mengkritik pemerintah kok. Kalau saya lihat ada hal-hal yang nggak bagus dari pemerintahan, saya nggak peduli, mau itu sipil, TNI, Polri, kalau salah, ya kita tegur, salah kita peringatkan, betul?” ujar Habib Rizieq.

Ia menambahkan, “Saya juga nggak setuju kalau gara-gara kritiknya dia harus ditangkap, harus diproses hukum, nggak boleh, Saudara. Membiasakan dirilah para pemimpin untuk dikritik oleh rakyatnya, betul? Tapi ada bagian yang sangat memprihatinkan.”

Penekanan pada Syarat Salat bagi Pemimpin

Bagian yang memprihatinkan tersebut, menurut Habib Rizieq, adalah materi lawakan Pandji yang membahas soal salat. Ia mempertanyakan mengapa hal tersebut bisa membuat orang tertawa.

“Ternyata dalam komedinya, dalam gurauannya, dalam candaannya, Saudara, dia bercanda juga soal salat, ini yang berat. Dia katakan, ‘ada kelompok kalau pilih pemimpin, pokoknya pemimpin syaratnya nggak boleh bolong salatnya’, orang ketawa, Saudara,” jelasnya.

Habib Rizieq menegaskan, “Loh memang kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat, saudara? Itu kan ajaran Islam. Nggak boleh kita memilih pemimpin yang nggak salat, haram! Sepintar apapun dia, sehebat apapun dia, Saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, kita tahu dia tidak salat, haram. Itu ajaran Islam, jangan kau hina.”

Ia melanjutkan, “Jadi kalau orang Islam wajib memilik pemimpin yang salatnya nggak bolong. Bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, nggak boleh, Saudara.”

Salat sebagai Benteng Maksiat, Bukan Dalih Korupsi

Menanggapi pernyataan yang mengaitkan salat dengan korupsi, Habib Rizieq menekankan bahwa salat adalah benteng dari maksiat sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an.

“Sudah disampaikan lagi ‘Ah, salat itu nggak bolong, rutin salat, ternyata apa? Masih banyak yang korupsi, masih banyak yang maksiat’. Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Al-Qur’an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan ‘bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat’. Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan nggak betul itu salat benteng dari maksiat,” terangnya.

Advertisement

Ia mengingatkan, “Saudara tunggu dulu, yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Al-Qur’anul karim, Allah yang mengatakan, Saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Nggak boleh. Hati-hati, Saudara.”

Saran untuk Pelawak dan Netizen

Habib Rizieq menyarankan agar pelawak tidak berfatwa mengenai urusan agama dan menyarankan untuk bertanya kepada ulama jika memiliki kebingungan.

“Nah soal protes dia, ‘loh tapi ada orang salat, ada korupsi’, Saudara, Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Tapi kalau Anda mau bertanya boleh, wajib, tanyakan kepada ahlinya, tanyakan kepada ulama, kalau kau bingung, kalau kau tak tahu, kenapa ada orang salatnya rajin tapi tetap korupsi, tanya kepada ulama, jangan kau belagu sok sebagai ulama.”

Mengenai pembelaan netizen terhadap Pandji di media sosial, Habib Rizieq memahami pembelaan terhadap hak bersuara, namun menekankan bahwa umat Islam tidak boleh diam terhadap penghinaan agama.

“Saya kalau urusan agama saya nggak peduli, Pak. Ada hina-hina agama, saya lawan, saya nggak peduli. Walaupun di medsoc saat ini banyak netizen bela dia. Saya paham netizen ramai-ramai bela ini waktu dia dilaporkan ke polisi, netizen marah-marah, ‘kenapa begini, ini pembungkaman’ dan seterusnya,” katanya.

“Sudah betul niat netizen membela hak dia untuk mengkritik pemerintah, silakan. Tapi netizen khususnya orang Islam nggak boleh diam dari penghinaan yang dilakukan terhadap salat,” imbuhnya.

Permintaan Penghapusan Materi

Habib Rizieq meminta agar materi lawakan Pandji Pragiwaksono yang diduga menistakan agama terkait salat dihapus dari platform digital.

“Jadi kita minta tobat minta maaf, kita ingatkan juga rekamannya yg ada di Netflix bagian yang menghina salat tadi, hapus! Ini ada di Netflix, ditonton jutaan orang, jutaan orang menonton dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut sekurangnya hapus bagian yang menistakan agama,” pungkasnya.

Advertisement