Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono mengajak masyarakat dan investor untuk berkontribusi dalam pembangunan Bandara Gatot Subroto di Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Menurutnya, kolaborasi bersama akan mendorong pergerakan perekonomian.
Pergerakan Uang Menjadi Kunci
“Masalahnya adalah pergerakan uang, bukan orang. Untuk itu, saya pikir harus ada investor besar agar kegiatan bisnis eksternal mendukung pergerakan ekonomi internal,” ujar Hendropriyono dalam keterangan yang diterima, Sabtu (3/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Hendropriyono saat peluncuran buku The History of Way Tuba Air Strip. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi dan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela.
Pergerakan perekonomian di Kabupaten Way Kanan, khususnya Way Tuba, diprediksi akan memengaruhi lalu lintas penerbangan di Bandara Gatot Soebroto. Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini meyakini Lanud Gatot Subroto akan memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Lampung dan sekitarnya.
“Tidak ada penerbangan ke sini bukan karena masyarakatnya miskin tidak mampu beli tiket, bukan masalah pergerakan orang, tapi pergerakan uang yang beredar,” tegas AM Hendropriyono.
Potensi Kawasan Ekonomi Khusus
Hendropriyono mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Ia menyampaikan bahwa Kepala Bappenas berencana melakukan survei dan menilai potensi Lanud Gatot Subroto untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Terbatas.
“Alhamdulillah tadi malem saya bisa berhubungan dengan Ketua Bappenas, lalu Ketua Bappenas bilang ‘akan saya survei, mudah-mudahan bisa jadi Kawasan Ekonomi Khusus Terbatas’,” katanya.
Ia berharap partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk para kepala desa, dapat mendorong pembangunan wilayah tersebut. “Kita berharap partisipasi masyarakat, saya berharap kepala desa itu ikut bergerak, itu termasuk membangun. Dengan bergandengan tangan seperti itu, jika Bappenas bisa jadi zona ekonomi terbatas, nggak lama kita bisa moncer,” tuturnya.






