Berita

Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Terungkap, Motif Ekonomi Akibat Kerugian Kripto

Advertisement

Kepolisian Daerah Banten berhasil menangkap HA (30), pelaku pembunuhan terhadap anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon, Banten. Motif di balik aksi keji tersebut ternyata berakar pada masalah ekonomi yang dihadapi pelaku.

Motif Ekonomi Akibat Kerugian Investasi Kripto

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pelaku melakukan pembunuhan karena motif ekonomi. “Yang bersangkutan melakukan aksinya, motif ekonomi,” ujar Dian dalam konferensi pers di Polres Cilegon pada Senin (5/1/2025).

Awalnya, pelaku menginvestasikan dana tabungan bersama istrinya sebesar Rp 400 juta dalam permainan saham kripto. Investasi tersebut sempat berkembang pesat hingga menghasilkan keuntungan senilai Rp 4 miliar. Namun, pelaku tidak puas dan kembali bermain kripto menggunakan akun aplikasi.

“Dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah, adapun akun yang digunakan yaitu, melalui aplikasi,” jelas Dian. Setelah mengalami kekalahan, pelaku terdesak untuk mencari dana tambahan. Ia kemudian meminjam uang sebesar Rp 700 juta dari bank, Rp 70 juta dari koperasi tempatnya bekerja, dan Rp 50 juta dari pinjaman online (pinjol).

“Tujuannya apa untuk main kripto lagi, tapi hasil yang diperoleh kalah kembali,” sambungnya. Upaya pelaku untuk menutupi kerugiannya justru semakin terperosok dalam lubang utang.

Advertisement

Kondisi Kesehatan Pelaku Memperburuk Situasi

Lebih lanjut, Kombes Dian Setyawan mengungkapkan bahwa pelaku menderita penyakit kanker stadium 3 sejak tahun 2020. Hal ini diketahui dari rekam medis yang ditemukan di ponsel pelaku.

“Yang bersangkutan rutin tiap minggu melaksanakan pengobatan rutin maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di rumah sakit S di daerah semanggi. Karena himpitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan untuk melakukan tindak pidana ini,” kata Dian. Kondisi kesehatan yang membutuhkan biaya pengobatan rutin ini semakin memperberat tekanan ekonomi yang dihadapi pelaku.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah mewah di perumahan BBS 3, Cilegon, pada tanggal 16 Desember 2025. Korban, seorang bocah berusia 9 tahun yang merupakan anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman, ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah tersebut.

Korban mengalami 19 luka di tubuhnya yang berasal dari senjata tajam dan benda tumpul. Pengungkapan kasus ini sempat terkendala oleh matinya sistem CCTV sejak tahun 2023 dan tidak adanya petugas keamanan di rumah korban.

Advertisement