Bekasi – Penampilan Kiendra Lian Damarta (16), siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, saat berpidato dalam Bahasa Inggris menuai apresiasi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kefasihan Kiendra dalam berbahasa Inggris pada peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (17/1/2026), membuatnya mendapatkan tawaran beasiswa ke luar negeri.
Kisah Inspiratif dari Keluarga Sederhana
Kiendra berasal dari keluarga yang hidup pas-pasan. Ayahnya, Jemmy Damarta, berprofesi sebagai pengemudi ojek daring, sementara ibunya, Liana Suhardini, berjualan makanan. Awalnya, Kiendra masuk Sekolah Rakyat bukan atas keinginannya sendiri, melainkan karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan di SMA reguler.
“Aku sempat merasa seperti dipaksa, tapi melihat kondisi orang tua, ya sudah saya masuk saja, karena memang tidak ada biaya,” ujar Kiendra, dalam keterangan tertulis.
Perjuangan Meraih Kefasihan Bahasa Inggris
Kemampuan bahasa Inggris Kiendra tidak datang begitu saja. Ia belajar secara autodidak sejak kecil dengan menonton berbagai konten berbahasa Inggris. Namun, sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat, Kiendra belum pernah berpidato di depan umum dan tidak terbiasa tampil di ruang publik.
Proses peningkatan kemampuannya tidaklah mudah. Kiendra kerap mengalami kesulitan dalam berbicara dan menyampaikan ide. Namun, berkat bimbingan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sekaligus Pembina English Club, Rifki Aziz, serta latihan rutin, kepercayaan dirinya mulai tumbuh.
Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari ruang guru, tampil di depan teman-teman usai apel pagi, hingga akhirnya menggunakan mikrofon di aula sekolah. “Walaupun peresmian Sekolah Rakyat sempat diundur, saya bersama Pak Aziz tidak pernah berhenti latihan. Jadi terus semangat berlatih,” kata Kiendra.
Pertemuan dengan Presiden dan Apresiasi Khusus
Usai acara, Kiendra berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo. Ia mengaku senang dapat berpidato di hadapan Presiden, para menteri, dan tamu undangan.
“Saya merasa senang, capek tapi lebih (banyak) ke senangnya sih, soalnya ini pengalaman pertama aku bisa berpidato dengan banyak orang, apalagi di depan Pak Presiden,” ungkap Kiendra.
Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian khusus atas penampilan Kiendra. “Saya besar di luar negeri. Kalau bahasa Inggris saya bagus, itu wajar. Tapi anak ini, saya kagum juga,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, “Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Bahasa Inggrisnya, menurut saya, luar biasa.”
Atas penampilan tersebut, Prabowo menyatakan akan memberikan kesempatan beasiswa kepada Kiendra untuk melanjutkan studi ke luar negeri. “Mungkin bagusnya kita kirim juga (studi) ke luar negeri. Kira-kira bagaimana, setuju tidak?,” pungkasnya.
Dukungan Guru dan Harapan Masa Depan
Guru Kiendra, Rifki Aziz, yang juga pernah tinggal di Melbourne, Australia, mengakui bahwa Kiendra memiliki modal bahasa Inggris yang kuat namun terkadang kesulitan dalam percakapan sehari-hari. “Kiendra punya modal bahasa Inggris tapi sulit untuk practice sederhana sehari-hari,” kata Aziz.
Proses latihan yang intensif membuahkan hasil. Kiendra tampil lancar dan percaya diri saat berpidato, bahkan dipuji setara dengan seseorang yang lama tinggal di luar negeri.
Setelah tampil memukau, kepercayaan diri Kiendra meningkat dan semangat belajarnya semakin kuat. Ia kini aktif di OSIS bidang kehumasan. Orang tua Kiendra pun menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra mereka.
Kiendra berharap dapat terus belajar dengan baik di Sekolah Rakyat, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, dan mewujudkan cita-citanya sebagai animator profesional di luar negeri. Ia juga berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
“Terima kasih Presiden Prabowo sudah memberikan fasilitas Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu,” ucap Kiendra.






