Polres Metro Jakarta Utara menyatakan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Dukungan ini diwujudkan dengan memastikan kebersihan dan kandungan gizi pada setiap menu yang dibagikan.
Tinjauan Menteri Zulkifli Hasan
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz saat mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, di Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Polri Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan meninjau langsung fasilitas, proses pengolahan makanan, serta standar kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan di SPPG tersebut.
“Kami telah melakukan pengecekan rutin dan menjaga kebersihan dan keamanan pada makanan yang akan dibagikan kepada anak-anak sekolah,” ujar Kombes Erick Frendriz dalam keterangannya pada Selasa (13/1/2026).
Peran Tim Dokkes dalam Pemenuhan Gizi
Lebih lanjut, Polres Jakut terus melibatkan Tim Dokkes untuk memastikan kandungan gizi dalam setiap sajian. Kombes Erick Frendriz menekankan pentingnya langkah ini untuk mengantisipasi berbagai insiden yang tidak diinginkan, termasuk keracunan makanan.
“Kami juga telah menyiapkan dari Tim Dokkes untuk melakukan pengecekan terhadap gizi makanan sebelum diberikan kepada anak sekolah agar dapat mengantisipasi kejadian atau insiden yang dapat membahayakan anak-anak sekolah,” jelasnya.
Apresiasi Menko Pangan untuk SPPG Polri
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap SPPG Polri Pegangsaan Dua. Ia menilai fasilitas ini sebagai salah satu SPPG terbaik yang pernah dikunjunginya.
“SPPG Polri Pegangsaan Dua ini sangat bagus dan dikelola secara profesional. Dari seluruh SPPG yang sudah saya kunjungi, tempat ini termasuk yang terbaik. Standarnya sangat tinggi, bersih, aman, dan lengkap,” ungkap Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan, “Pemantauan dan penjagaannya luar biasa. Ada pengecekan rutin, pengawasan gizi, dan kebersihan yang konsisten. Ini yang membuat saya yakin bahwa program ini bisa berjalan dengan zero insiden.”






