Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyalurkan bantuan donasi obat-obatan hingga dukungan pendidikan digital bagi warga Aceh Tamiang, Aceh, yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) yang akan digelar di wilayah tersebut.
Sinergi Pendidikan Tinggi dan Pengabdian Masyarakat
Kegiatan penyaluran bantuan diawali dengan sambutan Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho. Ia menyatakan bahwa donasi obat-obatan ini bukan sekadar dukungan logistik kesehatan, melainkan simbol sinergi antara pendidikan tinggi pertahanan, TNI, dan industri farmasi nasional.
“Latsitardanus merupakan momentum strategis dalam membentuk karakter kadet sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki kepedulian sosial, empati, dan semangat bela negara, sekaligus menjadi sarana pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujar Anton dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/1/2026).
Pengumpulan donasi obat diinisiasi oleh Dekan Fakultas Farmasi Militer (FFM) Unhan RI, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, sebagai wujud peran aktif Unhan RI dalam mendukung aspek kesehatan pada kegiatan pengabdian masyarakat.
Dukungan Lintas Sektor untuk Korban Bencana
Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda menambahkan, donasi obat ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Aceh. Ia merasa terhormat dapat bergabung dengan Unhan RI dalam upaya membantu korban bencana.
“Diharapkan bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah,” kata Hadi.
Donasi obat-obatan juga datang dari industri farmasi nasional, termasuk PT Kimia Farma Tbk, PT Dexa Medica, dan PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Dukungan juga diberikan oleh Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU), menunjukkan sinergi lintas sektor dalam penguatan layanan kesehatan.
Para perwakilan industri farmasi berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemanusiaan dan penguatan ketahanan kesehatan nasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Unhan RI dan TNI.
Inovasi Pendidikan Digital untuk Pemulihan
Selain bantuan medis, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sektor pendidikan berbasis digital. ILMCI Group melalui CEO & Founder-nya, Dr. Sofian Tjandra, mendonasikan 500.000 PIN E-Learning untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh. Donasi ini diharapkan dapat membantu pemulihan dan peningkatan kapasitas pembelajaran pascabencana.
Seluruh donasi obat-obatan dan dukungan pembelajaran digital ini diharapkan dapat menunjang kelancaran pelayanan kesehatan serta aktivitas pengabdian kepada masyarakat selama pelaksanaan Latsitardanus, sekaligus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.






