Berita

Suami Siri Bunuh Terapis Spa di Bekasi, Motif Cemburu dan Hubungan Tak Direstui Masih Didalami

Advertisement

Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan seorang terapis spa berinisial SM (23) di Kayuringin, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelaku, Ahmad Riansah alias Delon, yang merupakan suami siri korban, telah ditangkap.

Pelaku Ditangkap di Banten

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa motif pembunuhan masih dalam proses penyelidikan. Ahmad Riansah ditangkap oleh penyidik di kediamannya di Kampung Sanding RT 019/RW 005, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu (11/1) malam, di hadapan orang tuanya.

Cekcok dan Kecemburuan Jadi Pemicu

Kepada polisi, Ahmad mengaku sempat terlibat cekcok dengan korban sebelum kejadian. Ia juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang istri siri tidak direstui oleh pihak keluarga. Kecemburuan menjadi salah satu motif yang diselidiki, di mana Ahmad mengaku sempat menyadap WhatsApp korban karena merasa sakit hati dan curiga korban lupa menghapus percakapan dengan pelanggannya.

“Saya kan nyadap WA-nya, saya bilang, kamu jangan chattingan sama tamu, soalnya saya sakit hati, soalnya kamu suka lupa ngehapus chat. Memang karena komitmen dia mau kerja sampai lebaran doang, abis itu mau rujuk lagi sama saya. Cuman hubungan saya itu yah….soalnya orang tuanya inilah, jadi kita tinggal di Bandung juga ngumpet dari orang tuanya,” ungkap Ahmad.

Kronologi Pembunuhan

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (7/1) sekitar pukul 09.00 WIB di sebuah kamar kos di Kayuringin, Kota Bekasi. Ahmad mengaku memiting korban hingga tewas. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku mengaku sempat menemani korban selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya meninggalkan kamar kos.

Advertisement

Ahmad kemudian berniat mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum cairan pembersih. “Udah gitu saya temenin dulu, nemenin dulu setengah jam. Saya keluar, keluar itu saya minum, habis itu saya balik ke kosan karena memang saya niatnya pengen mati bareng-bareng, Pak. Makanya saya beli, cairan itu. Habis itu saya minum segelas kecil. Nggak dapet setengah jam, malah saya muntah-muntah,” jelasnya.

Penemuan Jasad Korban

Jasad SM pertama kali ditemukan pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 20.26 WIB. Penemuan ini berawal ketika kerabat korban mendatangi kamar kos korban atas permintaan ibu korban karena korban tidak dapat dihubungi. Saksi AS yang mencoba menggedor pintu kamar korban namun tidak mendapat respons, kemudian meminta bantuan DRH, pengurus kos, untuk membuka pintu yang ternyata terkunci.

Dengan menggunakan kunci duplikat, pintu kamar kos korban berhasil dibuka, dan jasad SM ditemukan di dalamnya.

Advertisement