Berita

Tim Trauma Healing Polda Metro dan Mahasiswa UI Pulihkan Psikologis Korban Banjir Cilincing

Advertisement

Jakarta – Tim Trauma Healing Polri melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya, berkolaborasi dengan relawan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), memberikan pendampingan psikologis bagi warga terdampak banjir di Cilincing, Jakarta Utara. Kehadiran tim ini menegaskan peran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pascabencana.

Polri Hadir di Fase Pemulihan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyatakan bahwa tim trauma healing hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan dukungan emosional yang mereka butuhkan. “Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya pada Rabu (14/1/2026).

Kombes Budi Hermanto menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Upaya ini tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga mencakup fase pemulihan, demi membantu masyarakat kembali beraktivitas normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

Pendampingan Langsung di Lapangan

Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga, berinteraksi dengan orang tua, mendengarkan keluhan, serta mengajak anak-anak bermain untuk meringankan suasana. Dalam kegiatan ini, Polri menggandeng relawan mahasiswa psikologi UI yang sedang magang, yaitu Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri.

Salah satu relawan, Belva Catalina Detalicia, berbagi pengalamannya. “Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

Advertisement

Belva menambahkan bahwa pendekatan sederhana terbukti membuat warga lebih terbuka. Para mahasiswa juga memberikan penyuluhan singkat mengenai teknik menenangkan diri. “Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

Bantuan Kebutuhan Dasar dan Edukasi

Pendampingan dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain dengan anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan dan mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8. Metode sederhana ini bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks, serta memberikan cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan pascabanjir.

Dampak Banjir di Cilincing

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan.

Advertisement