Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengakui bahwa tiga wilayah di kotanya menghadapi krisis penanganan sampah yang signifikan. Wilayah tersebut mengalami penumpukan sampah yang lebih banyak dibandingkan daerah lainnya.
Tiga Wilayah Paling Kritis
“Hampir semua kali ya. Ciputat, Ciputat Timur, kemudian Serpong. Kritis timbulan sampahnya banyak di luar. Di bawah itu ya Pamulang, Pondok Aren, Serpong Utara,” ujar Benyamin kepada wartawan pada Rabu (14/1/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Benyamin menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencari solusi penanganan yang efektif. Salah satu langkah yang akan digencarkan adalah peningkatan peran bank sampah serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).
Optimalisasi Bank Sampah dan TPS3R
Benyamin menyoroti bahwa belum semua TPS3R beroperasi secara optimal. “Yang pertama penanganan pengelolaan sampah di tingkat hulu, di tingkat masyarakat. Bank sampahnya, TPS3R-nya dibentuk. Ditargetkan kalau sekarang baru ada 54 bank sampah (TPS3R) dari semua ini. Dan aktifnya hanya 36 (TPS3R), kalau nggak salah itu ditingkatkan lagi nanti,” jelasnya.
Untuk mewujudkan optimalisasi ini, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan langsung dalam pembentukan TPS3R dan bank sampah. Hal ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten.
“Mereka nanti akan menempatkan di tujuh kecamatan ini sejumlah pegawai dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu memfasilitasi pembentukan bank sampah misalnya, mencatat, mendokumentasikan TPS 3R, titik-titik kritis soal sampah di tiap wilayah seperti itu,” kata Benyamin.
Ia menambahkan, “Ini komitmen dari Pak Menteri Lingkungan Hidup dan tentunya juga arahan dari Pak Gubernur Banten. Kita akan terus membenahi penanganan sampah di Tangerang Selatan dalam skala jangka pendek, jangka menengah, juga jangka panjang seperti ini.”






