Presenter Fitri Tropica atau yang akrab disapa Fitrop menghabiskan momen pergantian tahun 2025 ke 2026 di Tanah Suci. Pada hari terakhir 2025, Fitri Tropica bersama rombongan, termasuk putrinya, Sada, mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Raudah di Masjid Nabawi.
Fitri Tropica mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi keramaian dan tantangan fisik saat antre di Raudah. “Dengan pengalaman sebelumnya, aku dan Sada sudah siap mental dan fisik: antre panjang, dingin, angin, dan peak season yang sangat crowded,” ceritanya melalui akun Instagram pribadi yang diakses pada Sabtu (3/1/2026).
Awalnya, Fitri Tropica sempat merasa kecil hati ketika melihat rombongan lain gagal masuk dan rombongannya diminta kembali ke area tunggu. Namun, setelah menyempatkan diri salat tahiyatul masjid, sebuah kejadian tak terduga terjadi.
Tiba-tiba, tangan putrinya, Sada, digandeng oleh seorang askar (petugas keamanan masjid). “Askar menghampiri, menggenggam tangan Sada, dan mengawal kami masuk tanpa antre, tanpa berdesakan. Bahkan ditanya ingin salat di dekat makam atau mimbar,” tuturnya.
Fitri Tropica mengungkapkan rasa tak percayanya atas perlakuan istimewa tersebut. “Ya Allah apa ini? Kenapa kayak gini? Kita benar-benar dituntun, dikawal, diarahkan, dan disambut di Raudah tanpa berdesakan, tanpa diburu-buru, benar-benar tenang, masyaallah. Mimpi apa ini ya Rab?” sambungnya.
Dalam video yang diunggah Fitri Tropica, terlihat Sada yang digandeng askar juga disapa oleh askar lainnya. Ia merasa sangat bersyukur atas ‘hadiah’ akhir tahun yang tak terduga ini. “Allah mudahkan segalanya. Kami diizinkan salat di shaf pertama, di taman surga,” katanya.
Ia mengenang pengalamannya tahun lalu yang hanya bisa melihat Raudah dari barisan belakang sambil berdoa. “Tahun lalu hanya bisa aku lihat dari barisan belakang, sambil berdoa: Ya Allah, izinkan aku salat di Raudah dengan jalan yang benar. Tanpa mengelabui askar, mendorong atau bahkan menyakiti orang lain,” ceritanya.
Fitri Tropica menambahkan, pengalamannya tahun ini sungguh berbeda. “Tahun ini Allah jawab dengan ketenangan. Tanpa teriakan, tanpa dorongan, tanpa berdesakan. Kami berdoa sepuasnya, memohon pada Allah dan syafaat Rasulullah. Sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi,” ungkapnya, seraya mengakui matanya sembab saat keluar dari Raudah.






