Manohara Odelia Pinot menyuarakan keberatan atas penyebutan dirinya sebagai ‘mantan istri’ dalam berbagai pemberitaan. Melalui surat terbuka yang diunggah di media sosial, Manohara berharap agar media mengoreksi narasi tersebut yang dinilainya tidak akurat dan menyesatkan.
Keberatan atas Label ‘Mantan Istri’
“Selama bertahun-tahun, saya secara berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai ‘Mantan Istri [blank].’ Saya menulis ini untuk dengan hormat menjelaskan bahwa deskripsi tersebut tidak akurat dan menyesatkan,” ujar Manohara, dikutip dari detikcom, Rabu (7/1/2026).
Manohara menegaskan bahwa apa yang dialaminya di masa remaja bukanlah sebuah pernikahan yang sah atau hubungan yang disetujuinya. Ia merasa istilah ‘mantan istri’ menyiratkan adanya hubungan yang sah, sukarela, dan dewasa, yang sangat berbeda dengan kenyataan yang ia alami.
“Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan yang disetujui, dan bukan pernikahan yang sah. Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, setujui, atau masuk ke dalamnya secara sukarela,” lanjutnya.
Situasi Paksaan dan Keterbatasan Usia
Lebih lanjut, Manohara menjelaskan bahwa pada saat itu, dirinya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan serta keterbatasan kebebasan. Hal ini membuatnya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan.
“Saat itu, saya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan dan keterbatasan kebebasan, artinya saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan. Penggunaan istilah ‘mantan istri’ menyiratkan hubungan dan pernikahan yang sah, sukarela, dan dewasa. Implikasi tersebut salah. Hal ini mengubah situasi paksaan menjadi hubungan yang sah dan mendistorsi kenyataan yang terjadi,” paparnya.
Permintaan kepada Media dan Platform Digital
Oleh karena itu, Manohara secara tegas meminta kepada seluruh media di Indonesia, editor, penulis, dan platform digital, termasuk Google dan Wikipedia, untuk menghentikan penggunaan label ‘mantan istri’ saat merujuk pada dirinya.
“Saya meminta media Indonesia, editor, penulis, dan platform digital (termasuk Google dan Wikipedia) untuk menghentikan penggunaan label ini saat merujuk pada saya. Melanjutkan penggunaan artikel dengan penggambaran yang salah ini tidak hanya tidak akurat, tetapi juga merupakan jurnalisme yang tidak etis,” tegasnya.
Kasus Manohara sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2009, ketika ibundanya, Daisy Fajarina, melaporkan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami Manohara dari Pangeran Kelantan, Malaysia, yang kala itu disebut sebagai suaminya.
Kini, Manohara Odelia Pinot lebih aktif sebagai aktivis perlindungan satwa liar.






