Banjir melanda Perumahan Grand Sutera, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, sejak Minggu (11/1/2026). Akibatnya, 140 rumah dan 114 kepala keluarga terdampak, memaksa 30 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyatakan bahwa hingga Senin (12/1/2026) siang, air masih menggenangi permukiman warga.
Kondisi Terkini dan Penyebab Banjir
Relawan FesbukBanten, Nazma, melaporkan bahwa hujan deras masih mengguyur kawasan perumahan hingga pukul 10.23 WIB. Ketinggian air rata-rata mencapai 50 sentimeter, namun di beberapa titik terparah yang berbatasan langsung dengan sungai, ketinggian air lebih dalam.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menjelaskan bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan kejadian rutin. Penyebab utamanya adalah luapan sungai akibat curah hujan tinggi dengan intensitas yang cukup lama.
“Sementara ini banjir terjadi karena luapan sungai. Hujan turun seharian dengan intensitas yang cukup tinggi,” ujar Agis di lokasi kejadian.
Solusi Penanganan Banjir
Pemkot Serang berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) untuk melakukan normalisasi Sungai Ciwaka yang berada di dekat permukiman. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir di masa mendatang.
“Sudah ada pembendungan oleh balai, tetapi intensitas hujannya lebih besar. Salah satu langkah ke depan tahun 2026 ini kami akan melakukan normalisasi sungai,” jelas Agis.
Saat ini, fokus penanganan banjir adalah pada langkah-langkah tanggap darurat, termasuk evakuasi warga, penyediaan kebutuhan pangan, dan pelayanan kesehatan. Puskesmas setempat telah dikerahkan untuk memberikan bantuan medis.
“Langkah awal adalah membantu evakuasi warga, memastikan makanan siap saji, dan memberikan pelayanan kesehatan. Puskesmas juga sudah mulai bergerak,” imbuh Agis.






