Manchester, Inggris – Gonta-ganti manajer dalam satu dekade terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Manchester United. Situasi ini diakui sangat menyulitkan adaptasi tim. Terbaru, MU baru saja tersingkir dari Piala FA setelah kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford pada Minggu (11/1/2026) malam WIB. Pertandingan tersebut dipimpin oleh pelatih sementara, Darren Fletcher.
Performa Mengecewakan dan Sejarah Pergantian Pelatih
Manchester United sempat tertinggal dua gol lebih dulu melalui Brajan Gruda dan Danny Welbeck. Gol balasan MU dicetak oleh Benjamin Sesko, namun tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan. Sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada akhir musim 2012/2013, Setan Merah tercatat telah berganti manajer sebanyak 11 kali. Rata-rata, MU mengganti juru taktik setiap tahunnya.
Dalot: Adaptasi Cepat Jadi Kunci
Bek MU, Diogo Dalot, mengungkapkan bahwa frekuensi pergantian manajer ini menciptakan kesulitan tersendiri bagi para pemain. “Sangat sulit. Ini selalu menjadi sebuah periode yang harus Anda temukan pemecahan masalahnya dengan sangat cepat. Kami harus beradaptasi dan melaju lagi,” ujar Dalot seperti dikutip dari TNT Sports.
Ambisi Gelar Semakin Tipis
Kekalahan di Piala FA menambah daftar panjang kegagalan Manchester United musim ini. Sebelumnya, mereka juga telah tersingkir dari Piala Liga Inggris. Dengan performa yang tidak konsisten, ambisi meraih gelar juara semakin menipis. Saat ini, MU menduduki peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris dengan 32 poin, tertinggal 17 poin dari Arsenal di puncak klasemen.






