Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/1/2026) sore. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah, termasuk jebolnya makam dan terbawanya jasad seorang anak kecil oleh derasnya arus banjir.
Jasad Anak Kecil Ditemukan di Tumpukan Kayu
Jasad anak kecil yang telah meninggal dan dimakamkan beberapa waktu lalu ditemukan terseret arus deras setelah tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, diterjang banjir bandang. Penemuan ini dilakukan oleh warga setempat saat genangan air mulai surut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Wan Muhtajul, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kondisinya mayat sudah terkubur kurang lebih 25 hari yang lalu,” ungkap Wan.
Ia menambahkan bahwa jasad yang terseret banjir tersebut merupakan warga Desa Cempi Jaya. Hingga malam tadi, kondisi tanah di area pemakaman tersebut dilaporkan masih tergenang air.
Tiga Desa Terdampak Banjir Bandang
Menurut Wan, banjir bandang tersebut menerjang tiga desa di Kecamatan Hu’u, yaitu Desa Rasabou, Desa Daha, dan Desa Cempi Jaya. Pihak BPBD Dompu saat ini masih melakukan pendataan mendalam untuk mengetahui jumlah pasti warga yang terdampak serta tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam ini.






