Berita

Banjir Landa Sunter dan Kelapa Gading, Arus Lalu Lintas Tersendat Akibat Hujan Deras

Advertisement

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (12/1/2026) pagi menyebabkan sejumlah jalanan di kawasan Sunter dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas tersendat dan beberapa kendaraan dilaporkan mogok.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa dua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tanjung Priok dan empat ruas jalan di Jakarta Utara terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.

Genangan Air di Tanjung Priok dan Sekitarnya

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa dua RT di Kelurahan Tanjung Priok terendam air setinggi 20 sentimeter. “Saat ini masih dalam penanganan petugas,” ujar Yohan.

Selain itu, empat ruas jalan di Kecamatan Koja dan Kecamatan Cilincing juga tergenang. Di Kecamatan Koja, banjir merendam Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara dan Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara. Sementara di Kecamatan Cilincing, genangan terjadi di Jalan Rorotan, tepatnya di depan masjid, dan Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok.

Kawasan Sunter dan Kelapa Gading Ikut Terendam

Banjir juga meluas ke kawasan Sunter, tepatnya di Jalan Astra, Kecamatan Tanjung Priok. Genangan air di ruas jalan ini membuat kendaraan tidak dapat melintas, bahkan beberapa dilaporkan mengalami mogok.

Advertisement

Kawasan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara, turut terendam banjir, menyebabkan arus lalu lintas di area tersebut menjadi tersendat.

Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD DKI

Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan terus dilakukan untuk melakukan penyedotan genangan.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tegas Yohan.

Advertisement