PANDELANG, BANTEN – Sejumlah warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, dilaporkan terjangkit penyakit kulit gatal-gatal dan demam setelah dilanda banjir selama enam hari. Menanggapi kondisi tersebut, posko kesehatan milik Kodim 0601 Pandeglang didirikan untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi para korban.
Layanan Kesehatan di Tengah Banjir
Kepala Desa Idaman, Ilman, menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran posko kesehatan yang didirikan oleh pihak TNI. “Hari ini alhamdulillah kami telah didampingi oleh Pak Dandim Pandeglang. Pak Dandim tujuannya memberikan bantuan dan pengobatan gratis,” ujar Ilman di lokasi, Kamis (15/1/2026).
Menurut Ilman, posko kesehatan ini baru didirikan oleh pihak TNI setelah banjir berlangsung selama enam hari. Sebelumnya, pengobatan gratis sempat dilakukan oleh Puskesmas Patia setelah banjir mulai surut pada hari ketiga. “Selama banjir belum ada posko, baru kali ini. Untuk pengobatan gratis setelah surut banjir hari ketiga dari Puskesmas Patia,” jelasnya.
Posko kesehatan ini direncanakan akan terus beroperasi hingga banjir benar-benar surut dan dapat diakses oleh warga dari desa lain yang membutuhkan. “Yang tidak sehat bisa datang ke posko kesehatan Idaman,” katanya.
Warga Terjangkit Penyakit Kulit dan Demam
Ilman menambahkan bahwa sebagian besar warga mulai terserang penyakit kulit seperti gatal-gatal, serta mengalami demam. “Penyakit kulit gatal-gatal, sama panas dingin,” ungkapnya.
Akses Terisolir, Bantuan Tetap Diterjang
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0601 Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, menceritakan perjuangan timnya untuk mencapai Desa Idaman. Ia menyebutkan bahwa pihaknya harus menyeberangi Sungai Cilemer selama kurang lebih satu jam untuk membawa bantuan dan alat kesehatan. “Idaman salah satu desa yang terisolir sehingga hari ini kami menabrak sungai Cilemer sekitar satu jam untuk membawa bantuan,” katanya.
“Kami juga membawa alat kesehatan angkatan darat (AD) bersama dengan dokter untuk melaksanakan pengobatan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ilman sempat berharap agar pihak terkait segera mendirikan posko kesehatan karena warga hanya bisa mengandalkan bidan desa. Genangan air yang masih tinggi menjadi penyebab utama warga mulai terserang penyakit kulit. “Di sini belum ada yang standby dari puskesmas mah, ada juga bidan desa di rumahnya,” keluhnya.






