Berita

Cak Imin: Bencana Sumatera Berpotensi Naikkan Kemiskinan Nasional 0,49%

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan bahwa bencana banjir dan tanah longsor di utara Sumatera dan Aceh berdampak signifikan terhadap potensi peningkatan angka kemiskinan nasional.

Dampak Bencana Terhadap Kemiskinan

Cak Imin memaparkan data yang menunjukkan bahwa bencana di Sumatera diperkirakan berkontribusi sebesar 0,49% terhadap peningkatan kemiskinan tingkat nasional. Ia juga menyebutkan potensi peningkatan kemiskinan ekstrem sebesar 0,20%.

“Terutama data yang jelas di depan mata kita, jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat. Kontribusi bencana Sumatera kepada kemiskinan tingkat nasional, 0,49% diperkirakan. Kemiskinan ekstrem akan meningkat 0,20%. Dan data ini perlu ditindaklanjuti segera dengan dua aspek,” ujar Cak Imin dalam rapat koordinasi satgas di Kantor Kemendagri, Kamis (16/1/2026).

Ia menambahkan, penanganan segera terhadap kemiskinan baru di Sumatera menjadi prioritas. Selain itu, ia juga menyoroti kekhawatiran akan penurunan drastis jumlah kelas menengah.

“Aspek yang pertama, segera menangani kemiskinan baru di Sumatera. Yang kedua, yang agak mengkhawatirkan adalah turun secara drastis jumlah kelas menengah,” jelasnya.

Menurut Cak Imin, kemiskinan ekstrem dapat terjadi di Sumatera akibat lumpuhnya kegiatan ekonomi dan hilangnya sumber pemasukan warga.

Advertisement

“Dengan bencana ini, maka banyak kegiatan ekonomi yang kemudian terhenti dan para pelaku ekonomi kehilangan modal ekonominya,” kata Cak Imin.

Usulan Pemberdayaan Masyarakat

Cak Imin mengusulkan beberapa upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi dampak bencana.

  • Pemulihan Aset Ekonomi: Memperbanyak peredaran uang, intervensi berbasis kebutuhan lokal, dan partisipasi masyarakat, bukan sekadar objek bantuan.
  • Program Padat Karya Tunai: Menjadikan cash for work sebagai inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat. “Cash for work, yaitu program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat,” ucapnya.
  • Peningkatan Kapasitas dan Lapangan Kerja: Program peningkatan kapasitas pelatihan kerja dan penciptaan lapangan kerja baru melalui vocation training atau pelatihan kerja berbayar menggunakan APBN. “Itu menjadi satu paket dalam vocation training, yaitu program pelatihan kerja berbayar dengan menggunakan APBN,” ungkap dia.
  • Bantuan Rintisan Usaha: Pemberian bantuan awal usaha bagi keluarga, dengan anggaran sekitar Rp5 juta per keluarga.

Cak Imin berharap Satgas yang dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto dapat memberikan dana khusus bagi rintisan usaha agar dapat bangkit kembali.

“Sehingga Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif yang secara sistem dan cara kerjanya memiliki kemampuan, tetapi dalam anggaran tentu membutuhkan perhatian kita bersama,” ujarnya.

Advertisement